Hal yang jadi alasan dirinya memilih menempuh jalur hukum.
"Apa enggak sakit hati saya ketika dia (ZU) bilang ini hanya bohong. Kenapa kayak gini kesimpulannya," imbuhnya.
''Saya tidak ada mengancam dan memukul. Kejadian (pemerkosaan) itu memang ada," jelasnya.
Pengakuan ZU
ZU menyampaikan pengakuannya kepada media bahwa dirinya telah berbohong karena diancam oleh suaminya sendiri.
"Saya menyatakan hari ini bahwa apa yang saya laporkan selama ini tidak benar. Karena saya takut tiap hari ada ancaman sama suami saya. Keempat pelaku itu tidak ada menyetubuhi saya," katanya, dikutip dari Tribun Pekanbaru.
Bahkan dirinya menyebut bahwa keempat pelaku tidak ada yang melakukan tindakan rudapaksa kepada dirinya.
Dirinya, kini hanya bisa menangis dan meminta maaf kepada masyarakat terutama kepolisian karena telah melontarkan banyak kebohongan.
"Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan bapak kepolisian Polda Riau, Polres Rokan Hulu, dan Polsek Tambusai Utara, dan kepada bapak PH (penasihat hukum, red), Andry Hasibuan dan Fernando Hutagalung yang saya bohongi, karena saya dapat tekanan oleh suami saya," jelasnya.
Kasus ini, sempat menghebohkan karena ZU mengaku dirudapaksa dan dianiaya oleh keempat orang yang disebutnya sebagai pelaku.
Dia juga menyalahkan kematian anaknya kepada keempat pelaku itu.
Bahkan, kepolisian dari Tambusai Utara telah dianggap bersalah karena dianggap tidak menanggapi laporan dari ZU dan suaminya.
Namun, ZU yang berlum genap berusia 20 tahun itu mengaku bingung setelah mendapat ancaman dari suaminya.
Di sana dia juga menyampaikan bahwa selama ini suaminya kerap berlaku kasar kepada dirinya.
"Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya dan prilaku saya yang selama ini. Kesalahan saya merugikan banyak orang. Saya pikir saya mengikuti arahan suami saya, keluarga saya baik-baik saja, saya tidak diancam, tidak dipukuli dan dimarahi lagi," katanya.