"Pertama-tama mental pasti drop banget, campur aduk," kata Fadly.
"Sedih, stres, depresi, sampai kayak, 'Aduh, ngapain lagi ya hidup', gitu mikirnya," tambah Fuji.
"Terus kayak, 'Terima saja, ikhlasin saja sudah', karena kalau dibawa sedih capek-capekin badan doang."
Fadly menambahi bahwa kesedihannya sang adik kini justru teralihkan karena masalah keluarga mereka.
Pasalnya, saat ini keluarga mereka sedang menghadapi tudingan-tudingan dari pihak ayah Vanessa, Doddy Sudrajat dan keluarga.
Juga adanya perebutan hak perwalian Gala dan persoalan harta warisan Vanessa yang diminta pihak Doddy.
"Dan sekarang kita kayak kesal sebenarnya, sedihnya lagi kesingkirin sama masalah yang baru ini, sisanya kesal doang," sebut Fadly.
Atta kemudian membahas mengenai depresi yang dirasakan Fuji.
Rupanya, gadis yang baru saja berusia 19 tahun itu merasa kewalahan dengan permasalahan yang menimpa keluarganya.
Mulai dari kematian kedua kakaknya, perseteruan dengan keluarga Vanessa, kekhawatiran pada orangtua dan tugas-tugasnya sebagai mahasiswa.
Semua itu pun harus dihadapi ketika ia ketibanan tanggung jawab untuk mengasuh Gala.
"Depresinya tuh karena apa yang paling mendalam buat Fuji?," tanya Atta.
"Kayak masalah tuh belum selesai satu, tambah lagi, tambah lagi, ada saja," tutur Fuji.
"Padahal akunya kayak belum ngapa-ngapain, belum selesain masalahku, ditambah aku kuliah, ditambah aku harus urus Gala, urus ini, urus itu, Mama Papaku masih syok."
"Kayak bertubi-tubi saja gitu, enggak bisa dong aku handle semua sendiri," keluhnya.(TribunWow.com)