TRIBUNWOW.COM - Halaman website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur diretas oleh pelaku tak dikenal.
Tak seperti biasanya, tampilan dalam situs tersebut justru memperlihatkan kasus viral seorang mahasiswi asal Mojokerto, Jawa Timur yang mengakhiri hidup di pusara ayahnya.
Dalam situs itu juga dituliskan nama peretas dan tulisan berupa peringatan yang seolah-olah ditujukan pada seseorang.
Baca juga: Sosok Bripda RB, Oknum Polisi yang Terlibat Aborsi Mahasiswi Mojokerto, Ditahan hingga Terancam PTDH
Baca juga: Perkenalan Bripda RB dengan Mahasiswi yang Akhiri Hidup di Makam Ayah, Diduga Depresi 2 Kali Aborsi
Dilansir TribunWow.com dari laman jatim.kpu.go.id, Minggu (5/12/2021), terlihat keanehan dari tampilan di layar homepage tersebut.
Tampak foto seorang wanita yang tampak merangkul jasad wanita lain di pangkuannya.
Foto tersebut berlatar belakang tanah pekuburan dengan terlihat adanya nisan yang menyembul.
Di bawa potret pilu tersebut, dijelaskan mengenai kejadian yang ditangkap oleh kamera.
Rupanya, foto tersebut merupakan penemuan jenazah mahasiswi asal Jawa Timur bernama Novia Widyasari Rahayu.
Sebagai informasi, Novia merupakan seorang gadis yang nekat mengakhiri hidup di makam mendiang ayahnya.
Dalam keterangan, disebut bahwa sang gadis mengalami depresi diduga karena telah mengalami rudapaksa hingga mengalami pemaksaan untuk aborsi.
"Seorang perempuan bernama Novia Widyasari (23) ditemukan tewas di dekat makam ayahnya di Mojokerto pada 2 Desember 2021 sekitar pukul 16.00 WIB, diduga ia depresi karena diperkosa pacaranya hingga hamil dan disuruh aborsi," bunyi tulisan tersebut.
Di bawah keterangan, tertera nama akun yang telah meretas situs resmi pemerintah tersebut.
Dikatakan bahwa website KPU Jatim di-hack oleh ./Fake Root.
"Hacked By ./Fake Root."
Kemudian, terlihat pesan berupa peringatan dan ancaman yang disematkan seolah-oleh pada pelaku yang diduga menyebabkan kematian Novia.