Viral Medsos

Sosok Wahid, Pria yang Sempat Merasa Salah Jurusan saat Kuliah, Kini Malah Bersyukur Jadi Guru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar video unggahan akun TikTok @mwahidnrs.

TRIBUNWOW.COM - Inilah sosok M. Wahid Nuris, pria yang viral mengaku merasa salah mengambil jurusan ketika ia kuliah.

Video itu viral seusai diunggah pemilik akun TikTok @mwahidnrs pada Jumat (26/11/2021) kemarin.

Diketahui pengunggah kuliah di jurusan PGSD karena mengikuti keinginan orang tuanya.

Baca juga: Fakta Viral Unggahan soal Bayi yang Ditinggal di Toilet Terminal Rajabasa, Begini Kronologinya

Dalam video, pengunggah juga menuliskan sebuah caption.

"Gue yang dulunya kuliah dipaksa ambil Jurusan PGSD sama orang tua. Semakin hari semakin terasa kalau basic gue enggak cocok di jurusan ini. Tapi gue tetap harus terus menjalani ini semua."

"Proses demi proses gue berhasil melewatinya. Pada akhirnya gue masuk ke lingkungan yang penuh dengan pendidik dan anak-anak yang hebat. Perlahan-lahan gue terbiasa dan sangat nyaman berada disini."

"Terkadang pilihan orang tua itu ada benarnya. Disaat keras dan paksaan dari mereka, terlintas juga doa dan harapannya untuk kita. Inilah rumah baru gue," tulisnya.

Merasa Tidak Cocok dengan Lingkungan yang Dipenuhi Anak-anak

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, M. Wahid Nuris ini mengaku awalnya ia sangat terobsesi menjadi anggota Polri.

Sehingga ia merasa tidak cocok jika harus berada di lingkungan yang dipenuhi oleh anak-anak.

"Faktor yang membuat saya salah jurusan, ya awalnya saya sangat terobsesi untuk menggapai cita-cita menjadi anggota Polri. Rasanya enggak cocok berada di lingkungan pendidikan yang dipenuhi banyak anak-anak."

"Ya sepertinya karena hal itu saya merasa ga cocok di jurusan PGSD ini," kata Wahid kepada Tribunnews.com, Selasa (30/11/2021).

Meski sejak awal sudah merasa tidak cocok kuliah di jurusan PGSD, Wahid tetap bertekad untuk menyelesaikan kuliahnya.

Baca juga: Fakta Viral Wanita Histeris Dikirimi Peti Mati yang Bertuliskan Namanya, Ini Pengakuan si Pengirim

Karena kuliah ini merupakan amanah dari kedua orang tuanya.

Namun, Wahid mengakui pada saat itu ia masih berharap bisa mewujudkan cita-citanya menjadi polisi.

Halaman
12