Terkini Daerah

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Medan Tewas Ditembak Polisi, Motif Sebenarnya Terkuak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko saat menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan dan perampokan sopir Grab yang jasadnya dibuang di pingin Jalan Speksi Kanal, Titi kuning, Kecamatan Medan Johor, Kamis (2/12/2021).

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian berhasil mengamankan IGL (42) pelaku pembunuhan dan perampokan sopir taksi online di Medan, Sumatera Utara.

Namun, karena pelaku melawan saat diamankan, pihak kepolisian menembak pelaku hingga akhirnya tewas. 

"Pelaku berhasil kita amankan dan saat penangkapan ia melakukan perlawanan sehingga diberi tindakan tegas. Usai ditembak, petugas kami membawa ke rumah sakit, namun nyawa pelaku tidak tertolong," jelas Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, Kamis (2/12/2021), seperti dikutip dari Tribun Medan.

Baca juga: Pembunuhan Sopir Taksi Online Terungkap, Begini Detik-detik Penangkapan Komplotan Begal di Medan

Baca juga: Fakta Tewasnya Sopir Taksi Online di Medan, 2 Pelaku Ditangkap, Polisi: Masih Kurang 1 Lagi

Kasus ini bermula dari penemuan jasad pria yang diketahui bernama M Idris (42) di Jalan Speksi Kanal, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor pada Rabu (1/12/2021) dinihari lalu.

Polisi, mengatakan bahwa pelaku merupakan residivis kasus narkoban dan ketika melakukan aksinya, ia juga sedang dalam pengaruh narkoba jenis sabu-sabu. 

Dalam keterangannya, IGL disebut tidak berencana melakukan begal atau pembunuhan terhadap korban. 

Awalnya, ia hanya ingin memesan taksi online untuk ke suatu tempat yang dipesankan melalui temannya.

"IGL meminta tolong rekannya untuk memesankan mobil taksi online, menuju salah satu hotel di Jalan Cirebon, Kota Medan," kata Riko.

Namun, ia ternyata tidak memiliki uang untuk membayar, dan temannya juga tidak membayarkan ongkos pelaku via aplikasi.

Sehingga, ia yang sedang di bawah pengaruh sabu-sabu justru terlibat adu cekcok dengan M Irsyad.

Baca juga: Komplotan Begal Cilik Bersenjata Coba Begal Pemotor di Kabupaten Bekasi, Begini Modusnya

"Saat sampai di tujuan, pada saat ditagih untuk pembayaran, pelaku mengatakan tidak punya uang untuk membayar," sebutnya.

Tak hanya cekcok, korban dengan pelaku juga sempat baku hantam saat di lokasi dengan keduanya menggunakan tangan kosong. 

Hingga pelaku kemudian mencekik korban hingga tewas.

"Terjadilah perdebatan, ribut adu mulut antara korban dengan pelaku, kemudian tejadi baku pukul antara korban dan pelaku. Pelaku mencekik leher korban hingga korban meninggal dunia," ucapnya.

Mengetahui korban tewas, dirinya kemudian berusaha membuang korban di tempat yang dirasa aman. 

Selain membuang jasad korban, dirinya juga membawa lari mobil korban yang digunakan untuk taksi online.

"Tersangka setelah tahu korban meninggal dunia. Kemudian mebawa mobil tersebut dan membawa jenazah korban ke jalan kanal depan SMA 13, titi kuning," katanya.

Kasus ini mencuat setelah seorang pencari barang bekas mengaku melihat satu unit mobil berwarna putih melintas dengan cepat di TKP dan setelah berjarak 150 meter tiba-tiba mobil berputar arah.

Ia melihat pintu samping mobil terbuka, dan terlihat tiga orang laki-laki yang berada di dalam mobil mencampakkan korban ke pinggir jalan dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Penemuan mayat yang dibuang itu, menggegerkan warga sekitar yang langsung mengerumuni lokasi kejadian.

Halaman
12