Mendapat laporan, pelapor di minta ke suatu daerah di mana ada anggota polisi yang sedang berdinas.
"Supaya aman, di bawa ke sana dan kemudian setelah terjadi, berdasarkan hasil keterangan sementara, itu terjadilah peristiwa ribut di situ," katanya.
Sebelum mengeluarkan dua tembakan, OS disebut sudah memberikan tembakan peringatan sebelumnya.
Namun, dalam keterangan saksi itu, tembakan peringatan OS diabaikan hingga akhirnya ia mengeluarkan dua tembakan kepada MP dan PP.
"Kemudian terdengar satu tembakan peringatan, mengakui polisi, dan akhirnya berdasarkan masih keterangan saksi, itu ada mau ditabrak kemudian terjadilah penembakan sebanyak dua kali," katanya.
Kini, pelapor berinisial O juga disebut sudah membuat laporan secara resmi atas peristiwa yang mengancam dirinya.
Kasus ini juga diselidiki untuk mengetahui apa sebenarnya terjadi di lapangan.
"Tetapi maksud dan tujuannya, adanya laporan, ini yang masih harus didalami," jelasnya.
Meski jelas-jelas melakukan penembakan hingga menewaskan satu orang, polisi disebut tetap harus mengumpulkan dua alat bukti yang membuktikan bahwa OS melakukan pelanggaran disiplin.
Sehingga sampai sekarang ia belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Tetapi maksud dan tujuannya, adanya laporan, ini yang masih harus didalami," jelasnya.
Simak videonya di Kompas TV mulai menit ke-16.00:
(TribunWow.com/Afzal Nur Iman)