Terkini Daerah

Ayah di Salatiga 12 Tahun Rudapaksa Anak Kandung Ribuan Kali, Terus Menunduk saat Konpers

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

M (42) ayah yang mencabuli anaknya sendiri LS (16) saat konpers di Mapolres Salatiga, Rabu (24/11/2021).

TRIBUNWOW.COM - Aksi sadis dilakukan oleh seorang ayah berinisial M (42) yang tega selama belasan tahun terus-terusan melakukan tindakan asusila ke anak kandungnya sendiri LS (16).

LS yang saat ini merupakan siswi sekolah menengah pertama (SMP) itu telah menjadi korban kebejatan ayahnya ribuan kali sejak tahun 2009 hingga tahun 2021.

Aksi kebejatan pelaku terungkap di saat korban hampir mengakhiri hidupnya di sekolahnya di sebuah SMP di Salatiga, Jawa Tengah.

Baca juga: Detik-detik Kapal yang Ditumpangi Sandiaga Uno Oleng Diterjang Ombak, Terdengar Suara Jeritan

Baca juga: 3 Fakta Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Gara-gara Harga Rokok hingga Sikap Panglima TNI

Dikutip dari Kompas.com, beruntung saat itu ada saksi yang memergoki korban hampir mengakhiri hidup dan berhasil menggagalkan aksi nekat LS.

Teman-teman korban kemudian berhasil membuat LS bercerita tentang yang ia alami.

Setelah mengetahui apa yang dialami oleh korban, guru korban kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Dikutip dari YouTube Tribunnews.com, Senin (29/11/2021), pelaku sempat dihadirkan saat konferensi pers di Mapolres Salatiga, Jawa Tengah.

Pada saat itu Rabu (24/11/2021), pelaku yang memakai baju biru dan masker nampak berada di depan para personil polisi yang tengah menyampaikan kasus yang menjerat M.

Sepanjang konpers pelaku nampak menunduk ke bawah.

Pelaku mengaku tega melakukan pencabulan lantaran kebutuhan biologis dirinya tak pernah dipenuhi sang istri.

Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana mengatakan aksi bejat pelaku sempat diketahui sang istri.

Saat itu pelaku langsung memukuli istrinya hingga ketakutan dan tak berani buka suara.

"Dia ada masalah sama istrinya, tidak pernah dilayani lalu dilampiaskan ke anak. Dan kejadian itu sudah berlangsung bertahun-tahun," ungkap Indra, dikutip dari TribunJateng.com, Jumat (26/11/2021).

Aksi bejat itu pertama kali dilakukan M sejak 2009, siswi yang masih duduk di bangkus SMA itu menjadi korban rudapaksa ayah kandungnya, M (42) pada 2009 silam.

Pelaku selalu menggunakan plastik lilin sebagai pengganti alat kontrasepsi.

Halaman
123