Hal itulah yang mendorong tenaga kesehatan berkreasi dalam memberikan edukasi kepada warga.
Seperti membuat simulasi vaksinasi dari barang-barang sederhana agar mudah dipahami.
Baca juga: Kemenkes Jelaskan Alasan Pemerintah Kurangi Masa Karantina Pendatang dari Luar Negeri Jadi 3 Hari
Serta mempelajari bahasa dan kebiasaan warga sekitar.
"Upaya ini untuk meningkatkan pemahaman motivasi pelaksanaan vaksinasi. Nakes punya kreatifitas dari media-media sederhana agar dipahami masyarakat," kata dia.
Senada dengan Harif, PLT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Barat Mustari Mula mengungkapkan, pemahaman dan sosialisasi yang masif dilakukan kepada masyarakat dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.
Misalnya di Sulawesi Barat, provinsi dengan wilayah geografis yang cukup menantang, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap terkini telah mencapai lebih dari 50 persen.
"Sebelum sosialisasi banyak masyarakat yang menghindari vaksinasi tetapi setelah informasinya sudah tiba di masyarakat bahwa pentingnya vaksin, maka pelaksanaan vaksinasi masyarakat lebih tinggi terutama di daerah-daerah terpencil," ungkap Mustari. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Penyebab Masyarakat Perkotaan Enggan Vaksinasi Covid-19 dan Ketua PPNI: Tenaga Kesehatan Harus Kreatif Beri Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Daerah Terpencil