TRIBUNWOW.COM - Syok dengan tingkah anaknya, seorang ibu bernama Paliyem (57), akhirnya memilih melaporkan sang buah hati ke polisi.
Bagaimana tidak, demi bersenang-senang dengan teman perempuannya, DRS (24) nekat menjual seluruh perabotan yang ada di rumah orangtuanya, bahkan sampai pintu rumah juga.
Disebutkan, pria asal Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul, Yogyakarta itu tidak punya pekerjaan alias pengangguran, namun ingin hidup foya-foya.
Baca juga: Ini Ucapan Ibu Arteria Dahlan yang Buat Marah Wanita Ngaku Anak Jenderal TNI
Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo mengungkapkan, aksi DRS yang menjual seluruh barang perabotan di rumahnya tidak diketahui oleh ibunya.
"Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kasihan Bantul sejak dua bulan lalu. Dia tinggal di tempat ia bekerja," ungkapnya.
Selama ini DRS tinggal sendiri di rumah tersebut, sedangkan ayahnya juga sudah meninggal.
DRS sempat bekerja sebagai ojek online di sekitar Terminal Giwangan.
Namun motor yang ia gunakan bekerja justru digadaikan ke temannya.
Saat tak bisa bekerja menjadi ojol karena tak punya kendaraan, ia mulai mengenal perempuan asal Ngawi Jawa Timur yang tinggal di Yogyakarta.
"Sekitar tanggal 14 Oktober dia sudah mulai menjual perabotan rumah tangga, ada lemari, meja, kursi, semua perabotan di rumah habis. Termasuk daun pintu semua sudah habis," ungkapnya.
Hingga terakhir, pada hari Minggu (7/11/2021) kemarin DRS berniat menjual genting rumahnya.
Baca juga: Kecanduan Judi, Pria Ini Kuras ATM Bibi hingga Puluhan Juta Rupiah, Uang Juga Dipakai Foya-foya
Genting rumahnya sudah diangkut ke dalam truk untuk dijual, beruntung warga sekitar sempat menghentikan dan melaporkan perbuatan DRS ke ibunya.
Melihat isi rumahnya sudah dalam kondisi kosong, termasuk genting rumah sudah diturunkan, Paliyem sontak marah dan melaporkan anaknya ke Polsek Pundong.
"Orang tuanya juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasehati, tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum)," katanya.
Heru menyatakan bahwa pada hari minggu itu pihaknya sempat memberikan waktu untuk mediasi.