TRIBUNWOW.COM - Video yang diunggah di akun TikTok milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) viral di Twitter dan mendapat banyak kritikan dari netizen.
Meski sudah dihapus oleh akun Kemnaker, video itu terlanjur viral dan banyak diunggah ulang di Twitter seperti dalam akun @mawakresna yang mengunggah ulang video itu pada Sabtu (20/11/2021).
Konten yang membahas anak magang itu dianggap telah merendahkan posisi anak magang dan menyudutkan pegawai karena terlihat merendahkan dalam memandang anak magang.
Baca juga: Fakta Viral Kakak Adik Bergantian Pakai Sepatu untuk Sekolah, Dapat Bantuan Ini dari Kapolres Baubau
Baca juga: Kemnaker Beri Solusi untuk Pekerja yang Belum Terima BLT Subsidi Gaji karena Tak Penuhi Syarat 3B
"Mau berharap apa dari kementerian ketenagakerjaan yang bikin konten aja udah begini. Wajar kalau magang di mana-mana bermasalah. Jauh di dalam hati, ya begini cara kementerian melihat magang," tulis @mawakresna dalam video yang diunggahnya.
Hingga Senin (22/11/2021), video itu sudah dibagikan ulang oleh lebih dari 15 ribu akun Twitter dan disukai sebanyak lebih dari 26 ribu.
Di akun itu, videonya juga sudah dikomentari oleh lebih dari 1.400 komentar.
Termasuk banyak orang yang curhat tentang pengalaman magangnya dan mengkritik konten itu.
Baca juga: Mahasiswa yang Viral Tiba-tiba Tegur Dedi Mulyadi Kini Minta Maaf, Bantah Pansos dan Telanjur Panik
Di video yang diunggah ulang itu terlihat ada tiga orang yang memainkan peran sebagai atasan, karyawan tetap, dan anak magang.
Di sana anak magang terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan atasan sambil berjalan.
Anak magang itu nampak memperlihatkan sesuatu di dalam map yang dibawanya kepada atasan.
Kemudian karyawan tetap, sambil melihat ke kamera dengan tertawa-tawa dan menunjuk-nunjuk anak magang itu.
Ia pun mengikuti ucapan yang menjadi latar video itu.
Sambil menunjuk berkas penilaian anak magang, karyawan tetap tersebut lalu bicara "Kamu mau singkirin aku, enggak bisa say."
Kemnaker juga memberikan keterangan dalam video itu.
"Siapa nh Renaker yang pernah merasa tersaingi dengan anak magang?"