TRIBUNWOW.COM - SY alias Abah (60) dibekuk oleh pihak kepolisian seusai melakukan tindakan cabul terhadap delapan bocah di bawah umur.
Kejadian ini diketahui terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara.
Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya di wilayah Penjaringan.
Baca juga: Mahasiswa yang Viral Tiba-tiba Tegur Dedi Mulyadi Kini Minta Maaf, Bantah Pansos dan Telanjur Panik
Baca juga: Tim Pengacara Datangi Yoris di Rumah dan Bikin Heri Susanto Deg-degan, Ternyata Ini Alasannya
Pada foto yang diperoleh oleh TribunJakarta.com, nampak pelaku memakai baju tahanan, rambut pelaku sudah berwarna putih hingga wajahnya pun sudah keriput seperti kakek-kakek pada umumnya.
"Kami telah identifikasi, ada satu tersangka atas nama SY alias YU dan saat ini sudah kami tangkap," jelas Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, Minggu (21/11/2021).
Menurut penjelasan pihak kepolisian, profesi pelaku sebagai penjual mainan mempermudah pelaku untuk menjebak korban.
Rata-rata korban yang diincar oleh pelaku berusia mulai dari 7-11 tahun.
"Otomatis berinteraksi dengan anak sudah sering dan tentunya iming-iming bentuk mainan maupun bujukan lain juga tersangka lakukan terhadap korban-korbannya," ujar AKBP Kholis.
Pelaku kini dijerat Pasal 76e juncto Pasal 82 ayat 1 UU Tentang Perlindungan Anak Tahun 2014 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun penjara.
Kasus ini awalnya terbongkar ketika MW (43), ibu seorang korban mendengar obrolan sejumlah bocah.
"Kemarin kan aku mau beli air pikul di dekat rumah. Ada anak-anak berempat, sama teman-temannya ngomong, 'Kita ke pasar malam ya nanti malam'," cerita MW di lokasi, Jumat (19/11/2021).
Seorang bocah tiba-tiba bercerita mengaku takut ke pasar malam lantaran sering dilecehkan.
MW kemudian mendekati bocah tersebut dan menanyakan siapa pelakunya hingga akhirnya terungkap identitas SY alias YU yang memang biasa berjualan mainan di pasar malam.
Dari sini MW menyebar info itu ke orangtua yang lain dan ia akhirnya mengetahui bahwa anaknya turut menjadi korban YU.
Ngaku Sayang