TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini heboh beredar sebuah informasi baru terkait kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat.
Informasi tersebut menyatakan bahwa pada Jumat (19/11/20210 ini akan ada pemanggilan saksi untuk yang terakhir kalinya.
Seperti yang diketahui, tiga bulan kasus ini berlalu sejak 18 Agustus 2021, pihak kepolisian masih belum menetapkan tersangka.
Baca juga: Pengacara Danu Kembali Tegaskan Banpol Inisial U Bukan Fiktif: Ini Sangat Janggal
Baca juga: Sosoknya Masih Misterius di Kasus Subang, Rohman Hidayat Masih Ingin Banpol dan Danu Jadi Tersangka
Dikutip dari TribunJabar.id, menanggapi hal ini, kuasa hukum Muhammad Ramdanu alias Danu (21), Achmad Taufan Soedirjo menyatakan belum ada panggilan ataupun undangan dari pihak kepolisian untuk kliennya.
Ia juga menyampaikan belum ada informasi dari polisi mengenai agenda pemeriksaan tambahan.
"Kami sebagai kuasa hukum Yoris dan Danu tetap menunggu konfirmasi resmi dari penyidik, dan pagi tadi kami sudah konfirmasi ke penyidik dan disampaikan bahwa hari ini belum ada panggilan untuk klien kami, kita tidak cari cari info kemana mana," ucap Taufan, Jumat (19/11/2021).
Terkait beredarnya rumor bocoran informasi itu, Taufan meminta masyarakat menunggu keterangan dari pihak resmi.
"Kalo kami boleh usul kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat subang kita tunggu saja info valid dari polisi," ujar Taufan.
"Kami yakin penyidik Polres Subang sudah sangat bekerja keras dengan disupport dari Polda Jabar dan Bareskrim Polri untuk selesaikan kasus ini, jadi jangan terlalu kita panik dengan berita, sebelum polisi resmi menyampaikan hasil kerja kerasnya," pungkasnya.
Kades Indra Bocorkan Info
Selama pemeriksaan berlangsung, saksi yang terus-terusan diperiksa oleh polisi semua merupakan orang-orang terdekat kedua korban.
Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal menyebut memeroleh informasi terkait update pengusutan kasus ini.
Hal ini disampaikan Indra lewat kanal YouTube-nya, Indra Zainal Chanel, Kamis (18/11/2021).
Ia mengatakan dirinya mendapatkan selentingan informasi yang belum bisa dikatakan 100 persen valid.
"Ini saya hanya berbagi informasi saja, bukan apa-apa, dan tidak ada bermaksud apa-apa," ujar Indra.