"Di sel penjara tersebut, seorang siswa bisa dikurung berminggu-minggu bahkan berbulan tergantung kesalahannya dan dianggap sebagai konseling," ujar Komisioner KPAI Retno.
"Selain dikurung, anak-anak juga akan mengalami hukuman fisik seperti pemukulan, bahkan ada korban yang rahangnya sampai bergeser,” sambungnya.
"Korban tidak hanya mendapat kekerasan fisik tapi juga pemenjaraan bahkan sampai berbulan-bulan," kata Ketua KPPAD Kota Batam, Abdillah, ketika dihubungi pada Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Guru di Jaksel Cabuli Belasan Bocah Laki-laki, Korban Dipaksa Nonton Video Dewasa Sesama Pria
KPPAD Batam diketahui menerima bukti nyata berupa satu video dan 15 foto yang merekam penganiayaan yang terjadi di SPN Dirgantara Batam.
Dalam foto yang diterima KPPAD Batam, nampak empat murid berada di tengah ruang tahanan.
Di dalam ruang itu hanya ada karpet biru dan satu dipan berkasur tanpa alas.
Sedangkan bukti lainnya menampilkan murid diborgol hingga dirantai.
Mereka nampak menggunakan baju khusus tahanan berwarna oranye.
KPPAD Batam mengatakan telah melakukan pengecekan ke lapangan dan mendapati apa yang ada di foto benar-benar ada di lapangan.
Guna menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan terhadap peserta didik di SPN Dirgantara tersebut, KPPAD dan KPAI telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri.
Koordinasi juga dilakukan dengan Gubernur Kepri sebab kewenangan berada di Dinas Pendidikan Kepri.
Kasus ini bahkan bukan kali pertama, sebab sudah ada laporan serupa sejak tahun 2017 silam.
"KPAI mengecam segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan. Sekolah harusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa. Segala bentuk kekerasan atas nama mendisiplinkan siswa tidak boleh dilakukan," tegas Retno selaku Komisioner KPAI. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul TAK Terima Anak Ditendang dan Ditampar, Orangtua Siswa SPN Dirgantara Batam Mengadu ke KPAI, DIDUGA Borgol dan Aniaya Siswa di Sel Tahanan, KPPAD dan KPAI Datangi SPN Dirgantara Batam, dan Kepala SPN Dirgantara Batam Bantah Ada Sel di Sekolahnya: Itu Ruangan Konseling