Pembunuhan di Subang

3 Bulan Penyelidikan, Polisi Belum Bisa Ungkap Kasus Subang meski Sudah Periksa 55 Saksi

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat ditemui TribunJabar.id di Mako Brimob Cikeruh, Jatinangor, Sumedang, Minggu (14/11/2021).

Ketika menyampaikan pernyataannya, Yoris yang kemudian diketahui juga ada di sana, tidak menjelaskan lebih detail dan menyebut meminta kepolisian menyelidikinya. 

Rohman mengakui bahwa Yosef sempat ke TKP sesuai dengan apa yang disebutkan Yoris.

Namun, ia mengatakan bahwa kasus itu berbeda dengan Danu yang saat itu masuk TKP.  

"Saya heran, kenapa akhir-akhir ini Yoris berani cerita seperti itu, kenapa tidak dari dulu," katanya.

Menurutnya, jika kesaksian itu disampaikan lebih awal tidak akan memunculkan polemik dan berkepajangan. 

Menurut Rohman, ini hanya merupakan miskomunikasi dari Yoris dan Yosef. 

"Mungkin ini masalah tidak berkepanjangan," katanya. 

Menurut dia hal-hal seperti ini bisa dihindari dengan komunikasi yang baik antara Yoris dan Yosef. 

Dia juga mengaku sempat menawarkan diri menjadi pengacara Yoris saat awal kasus Subang adalah karena untuk menghindari hal-hal yang bisa membuat miskomunikasi.

Namun, saat itu diketahui Yoris menolak menggunakan jasa pengacara karena merasa tak perlu. 

Baru pertengahan bukan Oktober lalu, Yoris menggunakan jasa pengacara. 

"Supaya Yoris pun kita dampingi, supaya menghindari hal-hal seperti ini, miskomunikasi dan lain-lain," jelasnya. 

Dalam membela kliennya, dia pun mengaku bahwa tidak ada kecenderungan untuk memihak. 

Menurut dia tugas pengacara adalah membela kliennya secara objektif. 

"Tetapi saya ingin hanya mengungkap fakta," jelasnya. 

Halaman
1234