"Itu anak sudah kelihatan pucat sekali, dia terapung sambil megang tasnya, akhirnya kami urus dibawa ke dalam, pas udah tenang barulah kami ajak ngobrol," ucap Usman.
Warga Kabupaten Garut
Usman menyebut bahwa saat itu, Andy tidak membawa identitas apapun.
Namun, setelah diajak berbicara, diketahui bahwa ia merupakan seorang warga Kabupaten Garut.
Ia sendiri mengaku sudah dua malam terapung di lautan.
Usman sendiri merupakan warga Garut yang sedang bertugas membawa peti kontainer dari Pontianak ke Surabaya.
"Kaget saya, pas ngobrol dia urang Garut, duh Garut kampung saya," ungkapnya.
Dalam ceritanya, Andy diketahui merupakan nelayan yang hanyut setelah kapalnya mengalami kebocoran.
"Akhirnya diketahui dia adalah nelayan, baru satu minggu belum punya pengalaman, kapalnya diduga alami kebocoran," jelas Usman.
Ia, merupakan satu dari tiga nelayan yang hanyut di lautan.
Andy dan ketiga temannya terpisah pada malam hari saat ketiganya mencoba menghampiri kapal lain.
Namun hingga siang teman-temannya itu tidak terlihat lagi.
"Dia bilang sama saya, ada tiga orang temannya yang terapung dari Cianjur, Bandung, dan satu lagi dari Garut warga Karangpawitan juga," ucapnya.
Kini, Andi sudah berada di Surabaya, Jawa Timur dan dititipkan kepada Dinas Sosial setempat.
Andy juga sudah diberi handphone dari perusahaannya agar bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Garut.