Viral Medsos

Sosok Brigadir SL yang Viral Dihajar Kapolres Nunukan, Sebar Video di Grup WA Polisi

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar CCTV berdurasi 43 detik memperlihatkan insiden pemukulan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP SA (bawah kiri) terhadap Brigpol SL (atas kiri). Peristiwa dipicu gangguan jaringan saat zoom meeting, Brigpol SL sebagain penanggung jawab tidak ada di tempat sehingga diberi hukuman pemukulan

TRIBUNWOW.COM - Heboh di media sosial (medsos) sebuah video viral menampilkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara, AKBP Syaiful Anwar terhadap seorang anak buahnya sendiri yakni Brigadir SL.

Diketahui terjadi pada 21 Oktober 2021, Kapolres Nunukan mengaku menghajar Brigadir SL lantaran emosi menilai SL telah abai dalam menjalankan tugas.

Sedangkan viralnya video ini ternyata disebabkan oleh ulah korban sendiri.

Viral video diduga Kapolres Nunukan aniaya anggotanya. (istimewa via Tribunnews.com)

Baca juga: Pengakuan Kapolres Nunukan Viral Hajar Anggotanya, Emosi saat Zoom Korban Malah Menghilang

Baca juga: Viral Video Kapolres Nunukan Hajar Anggotanya, Polisi Lain Diam Menonton Tak Melerai Pelaku

Dikutip TribunWow.com dari TribunKaltara.com, setelah aksi pemukulan terjadi, Brigadir SL langsung mengambil rekaman video CCTV yang merekam tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di Aula Polres Nunukan.

Setelah mendapatkan rekaman tersebut, Brigadir SL menyebarnya di grup TIK Polda Kaltara dan letting Bintara.

Akibat aksinya itu, kini Brigadir SL justru turut akan diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Brigpol SL akan dimintai pertanggungjawaban karena menyebarkan rekaman CCTV di grup WhatsApp TIK Polda Kaltara dan grup Letting Bintara," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara saat dihubungi, Selasa (26/10/2021).

Dalam video yang beredar di medsos nampak pada awalnya korban tengah berusaha memindahkan sebuah meja yang berada di tengah ruangan.

Nampak di tengah proses memindahkan meja, korban sempat sesaat merogoh saku celananya.

Namun tiba-tiba Kapolres Nunukan langsung datang menghampiri korban dan menendangi korban.

Kapolres Nunukan beberapa kali memukul wajah dan menendangi perut korban.

Setelah korban terjatuh ke lantai, pelaku masih sekali menendang korban.

Kapolres Nunukan kemudian meletakkan tangannya di pinggang sambil memandangi korban.

Sementara itu korban nampak kesakitan memegangi wajahnya.

Di ruangan tersebut nampak ada lima anggota polisi lain yang hadir namun semuanya hanya menonton tidak ada yang mencoba melerai pelaku.

Halaman
123