TRIBUNWOW.COM - Untuk pertama kalinya di dunia, ahli bedah berhasil mentransplantasi organ ginjal babi ke tubuh manusia.
Pasien penerima ginjal babi menunjukkan kondisi kesehatannya semakin membaik.
Diketahui, sebelum menerima cangkok ginjal babi, pasien yang bersangkutan memiliki gangguan disfungsi ginjal.
Baca juga: Belasan Warga di Garut Bunuh Pria Diduga Pencuri, Pelaku Sembunyikan Mayat Korban di Gunung Cikuray
Baca juga: Pengakuan Kapolres Nunukan Viral Hajar Anggotanya, Emosi saat Zoom Korban Malah Menghilang
Dikutip dari Instagram @voaindonesia, Selasa (26/10/2021), proses transplantasi ini dilakukan di pusat akademik medis NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat.
"Jadi pada dasarnya kami melakukan transplantasi ginjal dari babi yang genetiknya kami ubah dengan menyingkirkan sebuah molekul yang tidak sesuai antara organ babi dan organ manusia," ujar Ahli bedah transplantasi NYU Langone, dr. Robert Montgomery.
Dalam proses ini, pasien yang menjadi penerima donor sudah dalam kondisi mati otak.
Pasien tersebut sudah dinyatakan meninggal, tapi masih ‘hidup’ dengan bantuan mesin.
Selama proses transplantasi, ginjal babi ditempatkan di luar tubuh manusia agar mudah diakses peneliti.
Ketika ginjal tersebut terpasang, tingkat kreatinin pasien menjadi kembali normal.
Pasien tersebut juga mengeluarkan urine atau air seni dengan normal.
Dokter Robert mengatakan, tidak ada penolakan yang terjadi di tubuh penerima donor ginjal babi.
Kemudian ginjal babi juga terbukti berfungsi dengan baik di tubuh penerima donor.
Dokter Robert menyebut, temuan ini berpotensi besar untuk mengatasi kekurangan organ manusia untuk kebutuhan transplantasi.
Menurut data dari voaindoneisa, di Amerika Serikat ada 107 ribu pasien yang menunggu transplantasi organ.
90 ribu di antaranya butuh transplantasi ginjal, sedangkan setiap pasien rata-rata harus menunggu tiga hingga lima tahun untuk mendapatkan donor ginjal.