Terkini Daerah

Cari Uang Lewat Tawuran, Remaja di Sawah Besar Raup Rp 4 Juta Hasil Live Instagram

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi remaja tawuran sambil disiarkan langsung lewat Instagram.

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian berhasil menguak sumber permasalahan dari tawuran dua kelompok remaja yang terjadi di alan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Minggu (24/10/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Dari tawuran ini diketahui satu orang remaja berinisial MAS (16) mengalami luka-luka.

Setelah dilakukan pengusutan, motif tawuran ini ternyata demi meraup uang.

Baca juga: Pengakuan Kapolres Nunukan Viral Hajar Anggotanya, Emosi saat Zoom Korban Malah Menghilang

Baca juga: Oknum Polisi Tembak Rekannya Pakai Senjata Laras Panjang, Korban Ditemukan Hanya Pakai Handuk

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, total ada sembilan pelaku yang diamankan dalam kasus ini.

Para pelaku berusia mulai dari 16 hingga 19 tahun.

Inisial kesembilan pelaku tersebut adalah FA, JA, AR, RP, RM, YP dan GA.

Sedangkan dari kelompok lainnya ada DAR dan DA.

Para pelaku tersebut kini telah ditahan di Polsek Sawah Besar dan tengah dilakukan pendalaman untuk menciduk pelaku lainnya.

Diketahui tawuran ini bermula ketika satu kelompok mengirim tantangan lewat media sosial Instagram.

Kelompok yang ditantang kemudian menyanggupi tantangan itu sehingga terjadilah tawuran.

Saat tawuran terjadi ternyata ada pihak yang merekam insiden tersebut.

Masing-masing kelompok mengakui pihaknya sengaja melakukan live tawuran demi mencari uang.

"Jadi tawuran ini seperti untuk mencari pendapatan. Memang sengaja menggunakan medsos dan dibuat live IG. Tujuan untuk mendapatkan viewers dan dapat kontribusi dari penonton," jelas Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto, Senin (25/10/2021).

Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom mengatakan aksi tawuran dengan siaran langsung ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali dan pernah meraup uang sekitar Rp 4 juta.

"Yang pasti dari dua kelompok itu punya akun masing-masing. Akun yang kami amankan itu followersnya hampir seribu," ujar AKP Maulana.

Baca juga: 4 Fakta Mahasiswa UNS Tewas seusai Diklat Menwa, Disebut Kesurupan hingga Wajah Luka-luka

Halaman
12