Virus Corona

Kenali Sindrom Pascatrauma yang Disebut Bisa Dialami Penyintas Covid-19, Ini Tandanya

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi gambat CT scan otak. Sebuah studi menyebut ada peningkatan pasien PTSD dari kelompok penyintas Covid-19.

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah penyintas Covid-19 melaporkan mengalami gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD) yang tidak terpengaruh apakah mereka sakit parah atau merupakan pasien isolasi mandiri.

PTSD sendiri adalah kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa menakutkan baik yang dialami atau disaksikannya.

Gejala mungkin termasuk munculnya ingatan buruk atau perasaan buruk ketika merasa infeksi, mimpi buruk dan kecemasan parah, serta pikiran tak terkendali tentang peristiwa tersebut.

Baca juga: Jumlah Ibu Hamil yang Masuk RS akibat Covid-19 di Skotlandia Meningkat, Pakar Beri Penjelasan

Baca juga: Studi Besar Ini Sebut Lebih dari Setengah Penyintas Covid-19 Mengalami Long Covid hingga 6 Bulan

Dilansir dari WebMD, dijelaskan jika gejala PTSD bisa berlangsung hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, hingga dapat mengganggu tugas harian

Karena itu, dirasa penting bagi penyintas Covid-19 untuk segera mencari pertolongan profesional jika merasa mengalami gejala atau tanda PTSD.

Gejala PTSD umumnya dikelompokkan menjadi empat jenis: ingatan yang mengganggu, penghindaran, perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati, dan perubahan reaksi fisik dan emosional.

Gejala dapat bervariasi dari waktu ke waktu atau bervariasi dari orang ke orang.

Pasien juga mungkin bisa mengalami gejala PTSD yang kambuhan seperti ketika sedang stres secara umum, atau ketika menemukan sesuatu yang menjadi pemicu ingatan tentang apa yang dialami.

Misalnya, mendengar suara sirine mobil dan menghidupkan kembali pengalaman di rumah sakit.

Atau ketika melihat laporan berita tentang penyerangan dan merasa diliputi oleh ingatan tentang penyerangan sendiri.

Baca juga: Tak Hanya Covid-19, Peneliti Temukan Flu Bisa Sebabkan Gejala Berkepanjangan seperti Long Covid

Jika masalah ini mengganggu sebaiknya mencari pertolongan professional untuk membantu mengatasinya. 

Berikut beberapa contoh gejala yang dialami ketika mengalami PTSD.

Gejala ingatan yang mengganggu

1. Kenangan menyedihkan yang berulang dan tidak diinginkan dari peristiwa traumatis

2. Menghidupkan kembali peristiwa traumatis seolah-olah itu terjadi lagi (kilas balik)

3. Mimpi buruk atau mimpi buruk tentang peristiwa traumatis

4. Tekanan emosional yang parah atau reaksi fisik terhadap sesuatu yang mengingatkan Anda pada peristiwa traumatis

Gejala penghindaran

1. Mencoba untuk menghindari berpikir atau berbicara tentang peristiwa traumatis

2. Menghindari tempat, aktivitas, atau orang yang mengingatkan Anda pada peristiwa traumatis

3. Perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati

Gejala perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati 

1. Pikiran negatif tentang diri sendiri, orang lain atau dunia

2. Keputusasaan tentang masa depan

3. Masalah memori, termasuk tidak mengingat aspek penting dari peristiwa traumatis

4. Kesulitan mempertahankan hubungan dekat

5. Merasa terpisah dari keluarga dan teman

6. Kurangnya minat pada aktivitas yang pernah Anda nikmati

7. Kesulitan mengalami emosi positif

8. Merasa mati rasa secara emosional

9. Perubahan reaksi fisik dan emosional

Gejala perubahan reaksi fisik dan emosional

1. Menjadi mudah terkejut atau takut

2. Selalu waspada terhadap bahaya

3. Perilaku merusak diri sendiri, seperti minum terlalu banyak atau mengemudi terlalu cepat

4. Sulit tidur

5. Kesulitan berkonsentrasi

6. Iritabilitas, ledakan kemarahan, atau perilaku agresif

7. Rasa bersalah atau malu yang luar biasa

Meningkat Pada Penyintas Covid-19

Adalah penelitian dari Vince Calhoun, Profesor Psikologi di Georgia State University dan direktur Center for Translational yang menyebut adanya peningkatan penyintas Covid-19 mengalami PTSD. 

Tidak jelas gejala mana yang dominan dialami penyintas Covid-19, namun dari diagnosis mereka bisa dikatakan PTSD.

"Ketika kami melihat ke dalam kelompok yang selamat dari Covid-19, kami juga menemukan hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan gejala stres pasca-trauma mereka dan seberapa sering pola otak mereka dalam keadaan itu," kata Calhoun, dikutip dari News Medical Net.

Meskipun Covid-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan, tetapi kemampuannya untuk mempengaruhi sistem saraf telah diketahui banyak pihak.

Infeksi Covid-19 juga terkadang menyebabkan gejala neurologis yang parah.

Bahkan beberapa penyintas Covid-19 juga mengalami masalah kesehatan mental jangka panjang, termasuk kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma.

Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya kelainan fungsional di otak, yang mungkin merupakan proses fisiologis yang mendasari gejala kesehatan mental yang berkepanjangan pada penyintas Covid-19.

Studi ini juga mengungkapkan jika penyintas Covid-19 menunjukkan pola konektivitas otak yang tidak normal dari waktu ke waktu, yang secara signifikan terkait dengan gejala stres pasca-trauma yang lebih besar.

"Sampai saat ini, pendekatan analisis yang digunakan untuk data fMRI mengasumsikan bahwa konektivitas fungsional otak adalah statis." ujarnya.

"Tetapi kami sekarang memiliki pendekatan yang dapat menangkap konektivitas otak fungsional yang dinamis, menunjukkan cara pola otak berubah dari waktu ke waktu dengan cara yang mendasar dan berulang." (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya