Terkini Daerah

Bergantung dari Donasi, Ini Kehidupan Ibu Penjual Sayur yang Jadi Tersangka seusai Dipukuli Preman

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Liti Wari Iman Gea pedagang cabai yang dianiaya preman diundang ke Mata Najwa, Kamis (14/10/2021).

Karena sempat melawan, Gea ditendangi dan dipukuli oleh sejumlah preman yang memintanya uang.

Akibatnya, ia babak belur dan sempat dirawat 2 hari satu malam di rumah sakit.

Baca juga: Hajar Ibu Penjual Sayur, Preman Pasar di Deliserdang Malah Polisikan Korban karena Kena Cakar

Kepada Najwa Shihab, Gea menceritakan awal mula dirinya ditetapkan sebgai tersangka.

Setelah insiden penganiayaan, Gea langsung melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.

Di sana, Gea awalnya disambut dengan baik.

"Waktu itu kami pergi melapor diterima baik kami di situ. Terus diambil laporan, datanglah satu orang polisi dibilangnya, tahu kamu pelaku itu?" ujar Gea dikutip TribunWow.com dari YouTube Mata Najwa, Kamis (14/10/2021).

"Nama pelaku itu tidak tahu, Pak. Tapi muka pelaku itu tahu."

Kepada polisi, Gea lalu menunjukkan video penganiayaan terhadap dirinya.

Dari situ, ia baru mengetahui bahwa terduga preman yang menganiayanya bernama Beny.

"Dibilangnya polisi, ini si Beny. Kami langsung disuruh mengambil visum di rumah sakit," ujarnya.

Ibu paruh baya pedagang cabai itu lalu diminta untuk mengambil visum.

Saat kembali lagi ke Polsek, ia sudah diberitahu bahwa terlapor Beny juga sudah datang ke kantor polisi tersebut.

"Dibilang polisi ini, si Beny sudah datang. terus dibilagnya sama suamiku dan family kami, tak usah kau masuk ke sini, di teras saja situ kalian," ujar Gea.

Gea tak menampik bahwa dirinya empat didatangi seseorang untuk minta damai.

Meski ditawari uang damai sebesar 15 juta, ia menolak lantaran ingin pelaku diproses terlebih dahulu.

Halaman
123