Viral Medsos

Usut Visum Dugaan Ayah Cabuli 3 Anaknya di Lutim, Mabes Polri Sebut Ada Luka di 2 Bagian Sensitif

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester MM Simamora menemui RS di rumahnya, Jumat (8102021).

TRIBUNWOW.COM - Polda Sulawesi Selatan dan Mabes Polri menemukan hasil penyelidikan yang berbeda terkait kasus ayah diduga merudapaksa 3 anak kandungnya yang terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada tahun 2019 lalu.

Kasus ini diketahui viral di media sosial (medsos) pada tahun 2021 ini seusai ibu korban mempublikasi curhatannya soal kejadian tersebut.

Tim yang dibentuk oleh Mabes Polri menemukan bukti adanya luka di bagian sensitif di ketiga terduga korban tersebut.

Baca juga: 3 Anak di Lutim Bantah Dicabuli Ayahnya, Justru Ceria Bermain di Pangkuan Terduga Pelaku

Baca juga: 2 Bocah di OKI Dirudapaksa Pamannya, Pelaku Buru-buru Visum seusai Dihajar Warga

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Timur.com, bukti ini ditemukan oleh Tim Asistensi Mabes Polri.

Bukti ini didapat setelah tim asistensi menemui seorang dokter di Rumah Sakit Vale Sorowako.

RS Vale Sorowako diketahui sempat menjalani proses visum terhadap ketiga terduga korban pada 31 Oktober 2019 silam.

“Tim melakukan interview pada 11 Oktober 2021, dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (12/10/2021).

Dokter anak bernama Imelda saat itu memberikan obat antibiotik dan parasetamol untuk mengurangi nyeri.

Seusai diwawancarai tim asistensi, dr. Imelda menyarankan agar ketiga terduga korban diperiksa lagi di dokter spesialis kandungan.

“Ini masukan dokter Imelda untuk memastikan perkara tersebut,” kata Rusdi.

Tim asistensi diketahui sepakat untuk melakukan pemeriksaan lanjutan begitu pula dengan ibu korban namun dibatalkan oleh keluarga korban di hari H pemeriksaan.

2 Kali Visum, Polda Sulsel Tak Temukan Luka

Sementara itu, Polda Sulawesi Selatan saat ini kembali menegaskan bahwa memang tidak ada bukti yang menunjukkan jika terduga pelaku melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak-anaknya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulpan di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

Dikutip dari YouTube Kompastv, Sabtu (9/10/2021), Kombes Zulpan mengiyakan jika RS selaku ibu para terduga korban melapor ke Polres Luwu Timur pada Oktober 2019 lalu.

Halaman
123