Terkini Daerah

Meski Ada Bukti Luka di Alat Vital, Mabes Polri Sebut 3 Anak di Lutim Tidak Trauma ke Ayahnya

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRT asal Luwu Timur, RS, saat mengadukan kasus rudapaksa yang menimpa tiga anaknya ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) Kota Makassar pada Sabtu (21/12/2019) petang.

Kala itu ketiga korban datang ke Dinsos didampingi oleh ibu mereka.

Saat itu Firawati sempat berbincang membujuk korban agar bercerita soal kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan oleh sang ayah SA.

"Nda pernah mengaku itu anak dirudapaksa. Tidak pernah dia bilang, na apai ki ayah nak, dia tidak bilang," kata Firawati.

"Cuma mamanya ji yang dominan bercerita bahwa anaknya dikasih begini (disodomi) sama ayahnya."

"Kalau anak-anak, dia tidak pernah bercerita bahwa diperkosa," ujarnya.

Baca juga: 2 Bocah di OKI Dirudapaksa Pamannya, Pelaku Buru-buru Visum seusai Dihajar Warga

Ketiga terduga korban justru pergi bermain ketika proses asesmen berlangsung.

Firawati menambahkan, RS juga tidak menjelaskan di mana dan kapan ketiga terduga korban mengalami tindakan asusila.

"Tidak pernah kami tahu dimana lokasi kejadian dan kapan. Ibunya cuma bilang jangan diganggu anak ku, itu dia bilang," ujar dia.

Justru ketika terduga pelaku datang, ketiga korban nampak ceria menghampiri ayah mereka lalu naik ke pangkuan si terduga pelaku.

"Waktu ini anak lihat ayahnya, dia datangi dan naik dipangkuannya ini ayahnya," kata Firawati.

Firawati mengatakan selama assesmen, tiga anak ini lebih banyak bermain.

Polda Sulsel Buka Visum Tahun 2019

Diketahui kasus ini dihentikan atau SP3 lantaran tidak cukup bukti.

Polda Sulawesi Selatan saat ini kembali menegaskan bahwa memang tidak ada bukti yang menunjukkan jika terduga pelaku melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak-anaknya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulpan di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

Halaman
1234