Vaksin Covid

Siswa SMA di Jember Meninggal 1 Minggu seusai Vaksin Covid-19, Ini Hasil Investigasi Dinkes

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Keluarga korban, Ananda Rahel Pratama yang meninggal dunia setelah divaksin di SMAN 1 Kencong. Terbaru, Rahel disebut meninggal karena infeksi sepsis yang bukan berasal dari suntikan vaksinasi.

TRIBUNWOW.COM - Satu minggu seusai menerima suntikan vaksin Covid-19, Ananda Rahel Pratama (15), seorang pelajar kelas X SMAN 1 Kencong, Jember, Jawa Timur kini meninggal dunia.

Kondisi kesehatan Rahel disebut oleh pihak keluarga terus mengalami penurunan pasca disuntik vaksin.

Investigasi pun telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember.

Baca juga: Pemerintah Terus Ajak Masyarakat Segera Vaksin Covid-19: Tak Perlu Menunggu untuk Pilih-pilih

Baca juga: Tak Lagi 3 Bulan, Kini Penyintas Covid-19 Bisa Mendapat Vaksin Sebulan setelah Masa Isolasi Mandiri

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, investigasi dilakukan mulai dari sekolah, Puskesmas, RSD Balung hingga rumah pasien.

“Dari hasil pemeriksaan yang menyebabkan Rahel meninggal bukan karena vaksinasi. Tapi dari infeksi sepsis,” kata Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Layliah pada Kompas.com via telepon, Rabu (6/10/2021).

Menurut investigasi Dinkes Jember, infeksi bukan disebabkan oleh suntikan vaksin Covid-19.

“Kalau infeksi dari suntikan, tentu di bekas suntik ada tanda-tanda merah atau radang, ini tidak ada,” papar dia.

Dokter Lilik meminta agar meninggalnya Rahel tidak dikaitkan sebagai akibat dari vaksinasi.

Ia mengungkit bagaimana pemerintah kini tengah dalam proses menggalakkan vaksinasi Covid-19.

Sedangkan, capaian vaksinasi di Jember masih rendah, yakni sebanyak 26 persen.

Awalnya, Rahel menerima suntikan vaksin pada 10 September 2021 di sekolahnya yang difasilitasi Puskesmas Cakru.

Namun usai vaksin, kondisi Rahel terus menurun. Dia mengeluh tidak enak badan, muntah, mual, panas dingin dan mengeluh perutnya kaku.

Puncaknya pada Minggu (19/9/2021), Rahel mengeluh kram saat bangun tidur dan pada Minggu siang, kakinya bengkak.

“Masih bisa berjalan, namun kayak orang stroke itu,” kata kakek korban, Ahmad Sholeh Yusuf pada Kompas.com melalui telepon, Senin (4/10/2021).

Korban saat itu sempat dibawa ke RS Balung naman tidak bisa diselamatkan.

Baca juga: Studi Laporkan Sejumlah Efek Samping yang Bisa Dirasakan Penerima Vaksin Booster Covid-19

Halaman
12