Seusai diculik dari warnet dekat rumah korban, ia dibawa ke Pantai Kasan.
Di sana Fandi diikat di kursi menggunakan kabel listrik.
Dalam kondisi terikat, Fandi dihajar oleh Daniel dan Andi.
Pelaku diketahui turut menggunakan senjata berupa kayu saat menghajar wajah korban.
Akibatnya tulang pipi korban retak dan mengalami pendarahan parah di mata kiri.
Saat itu ada dua saksi mata yang melihat korban dipukuli namun mereka bungkam sebab masih memiliki hubungan saudara dengan Andi.
"Di pangkalan pasir itu pun ada saksinya anakku disiksa. Cuma itu masih saudaranya Andi. Orang itu yang nengok," ucap Khairunnisa, Rabu (6/10/2021).
Beberapa hari setelah penyiksaan berlalu, mata kiri Fandi masih belum bisa melihat.
Dokter menyarankan Fandi untuk segera melakukan bedah karena diduga terdapat gumpalan darah di matanya.
Kronologi Penculikan
Fandi diketahui diculik saat tengah berada di sebuah warung internet (warnet).
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, saat berada di warnet, Fandi didatangi oleh dua pria berambut cepak.
Fandi bercerita, ia diminta untuk dua pria tersebut agar masuk ke dalam mobil.
Karena ketakutan, Fandi pun menurut.
Fandi lalu dibawa ke Pantai Kasan oleh dua pria itu.