Dulu saat tinggal di Pakusari keduanya sempat bersekolah.
”Apalagi sekarang daring, sudah lama tidak belajar,” tutur Solehudin.
Hebatnya dalam kondisi serba berkebatasan, Zahra selaku anak sulung masih memiliki cita-cita yang tinggi.
“Kalau saya ingin jadi dokter,” kata Zahra.
Sedangkan sang adik ingin menjadi pesilat.
Namun cita-cita kedua bocah itu kini terhambat lantaran keduanya sudah putus sekolah dan tidak lagi memiliki buku untuk belajar.
Selain ikut sang ayah bekerja, mereka juga kerap bermain dengan teman-teman di sekitar lokasi poskamling.(TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Kisah Pilu 2 Bocah di Jember, Tinggal di Poskamling, Hidup Nomaden dan Terpaksa Berhenti Sekolah" dan "Kisah Hidup Solehuddin dan 2 Putri Kecilnya, Tinggal di Poskamling Bambu Berdinding Kelambu Bekas dan Mandi di Sungai"