Banyak tukang cukur di Afghanistan mengatakan bisnis mereka menjadi sulit semenjak pengambilalihan kekuasaan negara itu oleh kelompok Taliban pada 15 Agustus lalu.
“Selama bertahun-tahun, salon saya menjadi tempat bagi kaum muda untuk bercukur sesuai keinginan mereka dan tampil trendi,” kata salah satu tukang cukur yang tidak ingin disebutkan namanya.
“Tidak ada gunanya melanjutkan bisnis ini,” tambahnya.
Larangan mencukur janggut dan rambut menyebabkan beberapa tukang cukur di Afghanistan kesulitan karena warga di negara itu hanya memiliki sedikit uang dan terlalu takut dihukum karena memotong pendek rambutnya, dilansir dari France24 pada Rabu (22/9/2021).
Seorang tukang cukur di Afghanistan, Nader Shah, mengungkapkan perubahan kebiasan pria di negara itu dalam memotong rambut.
“Sebelumnya, orang-orang datang dan meminta gaya rambut yang berbeda, tapi sekarang tidak seperti itu lagi,” kata Shah di toko tukang cukurnya.
“Sekarang mereka patah hati,” tambahnya.
Saat Taliban digulingkan pada 2001 lalu, bercukur bersih sering dianggap sebagai tanda modernitas, termasuk di kota barat Herat yang relatif kosmopolitan.
Baca juga: Membersihkan Toilet Jadi Satu-satunya Pekerjaan yang Boleh Dilakukan Wanita Afghanistan oleh Taliban
“Sekarang orang datang ke sini dan mereka hanya meminta potongan sederhana,” ungkap Shah.
“Mereka juga tidak mencukur janggut mereka, jadi itu masalah sekarang,”
Nader Shah yang sudah menjalani pekerjaannya sebagai tukang cukur selama 15 tahun itu menyatakan adanya penurunan pendapatan hariannya dari Rp 213 ribu menjadi sekitar Rp 71 ribu hingga Rp 113 ribu saja.
Hal serupa juga diungkapkan Mohammad Yousefi, yang harus menurunkan tarif jasanya hingga hanya berkisar Rp 14 ribu.
“Karena situasi (pemerintahan) Taliban, pelanggan memiliki pendapatan lebih sedikit dan mereka membayar kami lebih sedikit,” katanya.
Yousefi mengatakan sejak Taliban menguasai negara itu, banyak orang ingin terlihat seperti kelompok itu.
“Itu bukan berarti Taliban modis, tetapi orang-orang (memilih) tidak mencukur janggut mereka karena Taliban akan berhenti dan menanyakan hal itu kepada mereka,” katanya.
“Mereka mengatakan itu (memotong janggut) tidak ada dalam hukum Syariah, dan laki-laki harus memiliki janggut dan rambut panjang,” tambahnya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Konflik di Afghanistan lain