Sementara itu, pelaku langsung kabur.
Saat berusaha kabur, pelaku sempat dikejar dan dihentikan suami korban.
Baca juga: Kasus Ibu Tiri Sewa Pembunuh Habisi Nyawa Bocah SD, Pelaku Sempat Pura-pura Tak Tahu Korban Hilang
Baca juga: Spekulasi Liar Kasus Pembunuhan di Subang Sudutkan Yosef, Pengacara: Tak Segan Ambil Langkah Hukum
Pelaku bahkan sempat mengambil sebilah tombak dan mengancam adik kandungnya itu.
”Saat tiba di lokasi pak kapolsek melihat situasi sudah agak caos (kekacauan) karena sudah banyak yang berkumpul,” terang Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kade Adi Budi Astawa, dikutip dari TribunLombok.com, Rabu (22/9/2021).
Polisi langsung datang ke TKP dan melakukan penyelidikan.
Ternyata, pembunuhan itu sudah direncanakan oleh pelaku.
Disebutnya, pelaku melarikan diri ke dalam rumah untuk menghindari amukan massa.
Pelaku juga membawa tombak untuk melindungi diri.
Hingga pada pukul 03.00 WITA, petugas kepolisian datang dan menangkap pelaku.
Simpan Dendam
Kadek Adi melanjutkan, permasalahan antara pelaku dan korban ternyata sudah lama terjadi.
Diduga, pelaku sudah lama menyimpan dendam pada korban.
”Pelaku menyimpan dendam kepada korban karena sering mengejek dan sering terjadi adu mulut antara pelaku dan korban."
Sehari-hari pelaku bekerja sebagai tukang asah pisau dan tukang jagal.
Meski usianya sudah lanjut, pelaku masih membujang.