Rupanya, bukan perkara gampang melakukan pemeriksaan terhadap pengendara motor yang dimaksud.
Polisi harus memras otak dan tenaga dan telah memeriksa lebih dari 5000 kendaraan dengan ciri yang sama.
Namun, jumlah tersebut telah dikerucutkan sehingga polisi akan lebih fokus dam mendalami serius kasus tersebut.
"Nah itu kalau kita lihat dari data dengan plat yang ada di sana (Jabar), ada 5.572 unit."
"Dari 5.572 unit itu mengerucut ada 26. Ada 26 kendaraan roda dua NMAX biru. Jadi lebih mengerucut kepada warga yang ada di sekitar situ di Kab Subang," pungkas Ramadhan.
Seperti diketahui, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) tewas di Jalancagak, Subang, pada 18 Agustus 2021 lalu.
Keduanya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di dalam bagasi mobil yang terparkir di samping rumah.
Baca juga: Titik Terang Kasus Subang, Polisi Ungkap Rekaman CCTV, Sebut Pelaku Diduga Naiki 2 Kendaraan Berbeda
Yoris Drop saat Diperiksa
Belum terungkapnya kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang membuat tenaga sejumlah pihak terkuras banyak.
Selain polisi yang harus memeras tenaga dan otak, para saksi juga mengalami kelelahan.
Beberapa saksi kunci mengaku sudah lelah karena terus menerus menjalani pemeriksaan tambahan oleh pihak kepolisian.
Di antaranya adalah anak tertua sekaligus kakak korban, Yoris (34).
Meski begitu, Yoris mengatakan dirinya akan terus berusaha sekuat tenaga.
Hal itu semata-mata demi membantu pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus kematian dari ibu serta adiknya.
"Capek ya pasti, tapi itu sudah kewajiban saya juga, tapi saya kesampingkan itu demi keadilan dan supaya cepat terungkap juga," ucap Yoris dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, Jumat (17/9/2021).