TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan keinginannya agar mahasiswa di Indonesia memahami segala bidang ilmu, mulai dari matematika hingga bahasa pemrogaman atau coding.
Hal itu disampaikan oleh Jokowi saat memberikan sambutan pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Selasa (13/9/2021).
Saat membahas soal esensi tentang mahasiswa merdeka belajar, Jokowi mencontohkan perjalanan karier Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Baca juga: Joko Widodo Menangis Bertemu Presiden Jokowi di Klaten, Warga Tertawa Lepas
Baca juga: Perintahkan Habiskan Vaksin Covid-19, Jokowi Berpesan ke Bupati Dharmasraya: Telepon Saya
Di awal sambutan, Jokowi menjelaskan bahwa dunia global saat ini tengah mengalami disrupsi teknologi yang kini semakin berkembang cepat karena adanya pandemi Covid-19.
Perubahan yang begitu cepat itu menurut Jokowi akan menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi.
"Sehingga yang terjadi adalah ketidakpastian itu sangat tinggi sekali," kata Jokowi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Jokowi ingin agar mahasiswa di Indonesia diberikan kesempatan untuk mengembangkan talenta mereka.
"Pendidikan tinggi harus memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talentanya," kata Jokowi.
Jokowi tidak ingin mahasiswa di Indonesia hanya berkutat belajar di fakultasnya masing-masing.
"Kita ingat pilihan prodi, jurusan, dan fakultas tidak selalu berdasarkan pada talenta," ucap Jokowi.
"Dan ketidakcocokan itu kadang-kadang terasa saat kuliah."
Jokowi kemudian mencontohkan bagaimana Menteri Kesehatan Budi Gunadi yang mempelajari ilmu teknik bisa berkahir menjadi seorang Menteri Kesehatan.
Budi menyoroti bagaimana Budi Gunadi awalnya mempelajari ilmu teknik fisika nuklir di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan bekerja di sektor perbankan hingga menjadi Direktur Utama Bank Mandiri, lalu akhirnya menjadi Menteri Kesehatan.
Jokowi ingin mahasiswa saat ini diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat mereka meskipun tidak seusai dengan jurusan atau fakultas tempat mereka belajar.
"Menurut saya sejak S1 mestinya bakat-bakat itu difasilitasi," ujar dia.