TRIBUNWOW.COM - Kontak senjata terjadi selama 4 jam di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak pukul 09.00 WIT hinga 13.15 WIT.
Konflik terjadi antara personel TNI Satgas pamtas 403/WP melawan sejumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo.
Selain melawan para anggota TNI, KKB Ngalum-Kupel diketahui sempat melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas.
Baca juga: Warga dari 4 Kampung Mengungsi ke Hutan seusai Penyerangan Posramil Kisor oleh KKB, Ini Alasannya
Baca juga: Detik-detik KKB Bunuh 4 Anggota TNI, Korban Selamat Cari Pertolongan Gedor Rumah Perawat
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Papua.com, menurut keterangan Dandim 1715/Yahukimo Letkol Christian Irreuw, para KKB tersebut hendak memantau dan memonitor pos.
Melihat aktivitas para KKB tersebut, Letkol Irreuw memutuskan untuk membentuk sebuah regu yang akan ditugaskan untuk melakukan penyergapan terhadap KKB.
Saat melakukan kontak tembak melawan KKB, seorang prajurit TNI mengalami luka tertembak di bagian lengan.
Identitas korban diketahui adalah personel Pos Pamtas Yonif 403/WP Prada Ansar.
Sebanyak dua butir peluru menembus tulang di lengan Prada Ansar.
Diketahui kelompok KKB tersebut terdiri dari sembilan orang.
"Pukul 09.00 WIT terjadi kontak tembak antara 1 regu patroli dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo," kata Letkol Irreuw melalui pesan singkat, Senin.
Selain baku tembak dengan personel TNI, anggota KKB juga membakar fasilitas umum seperti Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Ppaua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, SD Kiwirok dan Pasar Kiwirok.
Pangdam Menangis Lihat TKP Bekas Serangan KKB
Sebelumnya diberitakan, Duka cita masih terasa pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Sebanyak empat anggota TNI AD gugur ketika berperang melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Kamis (2/9/2021) dini hari tersebut.
Penyerangan brutal tersebut diduga dilakukan saat para prajurit TNI tengah beristirahat, tepatnya pukul 03.00 WIT.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menangis saat melihat tempat tidur keempat prajurit yang gugur.
Baca juga: Pratu Sul Sempat Telepon Ayah dan Bicara dengan Nada Manja sebelum Gugur Melawan KKB
Dalam kunjungannya pada Sabtu (4/9/2021), Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa juga didampingi oleh gubernur dan Kapolda Papua Barat.
Selain menyaksikan tempat tidur keempat prajurit, rombongan juga mendatangi bagian belakang Posramil Kisor, lokasi pelarian anggota TNI.
Prajurit yang menjadi korban adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari yang ditemukan dalam keadaan tewas di dalam Posramil.
Sedangkan Lettu Chb Dirman, Komandan Posramil Kisor, ditemukan gugur di dalam semak belukar tak jauh dari pos.
Selain itu, dua orang personel lainnya yakni Sertu Juliano dan Pratu Ikbal mengalami luka berat.
Diberitakan Tribun-Papua.com, Pangdam juga menyaksikan lokasi terakhir Danton Lettu Chb Dirman yang dibunuh secara tragis.
Kepada awak media, Panglima Kodam Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa secara tegas menyampaikan pihaknya terus memburu para pelaku.
"Saya minta kepada masyarakat, yang mengetahui ada orang yang mencurigakan segera lapor kepada Anggota TNI Polri," kata Cantiasa sembari menitihkan air mata, Sabtu (4/9/2021).(TribunWow.com/Anung/Rilo)
Artikel ini diolah dari Tribun-Papua.com dengan judul Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Menangis saat Tinjau Lokasi Pembantaian 4 Prajuritnya, Irjen Tornagogo : Penyerangan Poskoramil Kisor Tindakan Brutal, Kronologi Pecahnya Kontak Tembak di Distrik Kiwirok, Berawal KKB Bersenjata Pantau Pos Tinjau Pamtas, Kontak Tembak di Pegunungan Bintang, KKB Dibekali Senjata SS1 dan Kompas.com dengan judul "Posramil Kisor Diserang, 4 Prajurit TNI Gugur, Kapolda Papua Barat: Ini Tindakan Biadab"