TRIBUNWOW.COM - Pria di Amerika Serikat bernama Mark Cowell (46) menemukan gejala aneh setelah sembuh dari Covid-19.
Dia mengatakan selalu mencium bau rokok bahkan disebut seperti menghisap 30 batang rokok dalam sehari.
“Terpapar Covid membuat saya merasa seperti kembali merokok 30 batang per hari lagi," ujarnya dikutip dari The Sun, Minggu (12/9/2021).
Baca juga: Hasil Riset: Ini 6 Hal yang Para Ahli Sepakat untuk Tidak Dilakukan di Masa Pandemi Covid-19
Baca juga: Hindari Depresi-Atasi Masalah Tidur, Ini 8 Manfaat Berjemur saat Isolasi Mandiri Covid-19
Mark, selama masa infeksi mengaku kehilangan indera penciuman ketika isolasi mandiri di rumah.
Untungnya, dia tidak mengalami masalah pada lidah atau indera perasanya.
Dia mengatakan bahwa indra penciumannya sebagian kembali sekitar sebulan yang lalu, tetapi dia justru kerap mencium bau rokok setiap setengah jam.
Sebelumnya, dia memang merupakan perokok berat.
Dalam satu hari dia bisa menghabiskan 30 batang rokok.
Tetapi dia sudah lama berhenti, dia mulai merokok ketika berusisa 18 tahun hingga 34 tahun.
“Ini sangat mengganggu karena, sebagai mantan perokok, itu adalah salah satu hal terburuk yang dapat Anda cium," ujarnya.
“Ini bau asbak rokok yang kotor dan itu benar-benar membuat saya merasa najis karena rasanya saya benar-benar mencium bau seperti itu, yang cukup mengkhawatirkan."
Baca juga: Masuk Uji Klinis, Obat Covid-19 yang Dikembangkan China Dinilai Efektif untuk Gejala Sedang
“Saya bahkan tidak tahan dengan baunya ketika saya berjalan melewati orang-orang yang sedang merokok."
“Jadi mencium bau rokok terus-menerus cukup membuat depresi."
“Saya biasanya cukup ceria tetapi sepanjang hari yang bisa saya cium hanyalah rokok dan itu membuat saya merasa tertekan.”
Parosmia
Parosmia merupakan distorsi pada indera penciuman juga bisa terjadi pada pasien Covid-19, dan biasanya terjadi setelah mereka mengalami anosmia atau kehilangan indera peciuman.
Parosmia ditandai dengan mencium aroma berbeda dari seharusnya, seperti mencium bau ban terbakar atau bau busuk ketika menghirup aroma makanan.
Dilansie dari Healthline, pada pasien Covid-19 gejala parosmia banyak dilaporkan dengan mencium bau berbeda-beda, seperti:
1. Limbah atau sampah
2. Daging atau telur busuk
3. Berasap atau terbakar
4. Bensin
5. Amonia atau cuka
6. Kaus kaki berjamur
Tetapi masih banyak kemungkinan bau lain juga bisa dirasakan pada pasien atau penyintas Covid-19.
Orang yang paling banyak mengalami parosmia adalah orang yang mengalami anosmia atau kehilangan indera penciuman ketika terinfeksi Covid-19.
Bahkan parosmia banyak dikaitkan merupakan proses lanjutan dari anosmia.
Dalam banyak kasus, penderita parosmia juga mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa saat sakit Covid-19.
Usia dan jenis kelamin juga bisa menjadi faktor.
Satu studi yang melibatkan 268 orang dengan parosmia setelah Covid-19, menemukan bahwa 70,1 persen dari mereka berusia 30 atau lebih muda, dan 73,5 persen adalah perempuan.
Para peneliti masih berusaha menentukan seberapa umum sebenarnya parosmia setelah Covid-19.
Satu survei Juni 2021, menemukan bahwa dari 1.299 responden survei, 140 di antaranya (10,8 persen) melaporkan mengalami parosmia setelah Covid-19.
Selain itu, ada lima jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko pasien mengalami parosmia, yaitu:
Ayam, daging, bawang, telur, bawang putih, dan nasi.
Kabat baiknya, kebanyakan pasien akan pulih dengan sendirinya ketika mengalami parosmia.
Hal yang menjadi kekhawatiran adalah masalah waktu pemulihan dari parosmia.
Misalnya, dalam studi survei yang dicakup di atas, 49,3 persen orang melaporkan bahwa parosmia mereka membaik dalam 3 bulan.
Sisanya 50,7 persen mengatakan parosmia mereka berlangsung lebih dari 3 bulan.
Kemudian, sebuah studi terbaru pada Mei 2021 menemukan bahwa peserta melaporkan parosmia yang berlangsung antara 9 hari dan 6 bulan.
Tetapi durasi rata-rata parosmia pada penyintas Covid-19 adalah 3 hingga 4 bulan. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya