TRIBUNWOW.COM - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly didesak mengundurkan diri seusai insiden kebakaran hebat di Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 41 narapidana.
Dilansir TribunWow.com, Yasonna mengaku enggan menanggapi desakan tersebut.
Kini, ia tengah fokus menyelesaikan proses identifikasi korban tewas dalam kebakaran yang juga melukai puluhan narapidana itu.
Hal tersebut diungkapkan Yasonna dalam kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (11/9/2021).
Baca juga: Kalapas Kelas 1 Tangerang dan 14 Anak Buahnya akan Diperiksa Jadi Saksi, Polisi: Akan Ada Tersangka
Baca juga: Media Asing Soroti Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Singgung Kondisi Lapas yang Over Kapasitas
Terkait desakan mundur dari jabatan, Yasonna mengaku memasrahkannya pada presiden.
Kini, ia hanya fokus menyelesaikan kasus terbakarnya Lapas 1 Tangerang.
"Kami tidak memikirkan hal itu, itu urusan pimpinan, yang kami pikirkan sekarang (bagaimana cara) kami menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin," ucap Yasonna.
Ia bahkan sudah memaklumi adanya desakan tersebut.
Yasonna mengaku tak terganggu meski terus diminta mundur dari jabatannya.
"Pastilah dalam kejadian ini pasti ada suara macam-macam, itu sah-sah saja, silakan saja, kami tidak akan terganggu dengan hal itu," ujarnya.
Selain itu, Yasonna juga akan melakukan evaluasi agar kejadian tragis ini tak terulang.
"Kami akan berkonsentrasi menangani dan menyelesaikan masalah ini, juga mengevaluasi berapa lapas yang menurut kami berpotensi mengalami kejadian yang sama," tutupnya.
Baca juga: Ada Napi Buat Status hingga VC Keluarga sebelum Lapas Tengerang Terbakar, Bebas Pakai HP di Penjara?
Baca juga: Soroti Bukti Kebakaran di Lapas Tangerang, Kalapas Duga Ada Ulah Napi Nakal
Polisi: Akan Ada Tersangka
Kasus kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 44 korban jiwa menjadi perhatian serius.
Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya terus mendalami barang bukti yang ditemukan dan akan segera memanggil saksi-saksi.