Virus Corona

Singapura Minta Warga Kurangi Aktivitas Sosial setelah Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga Singapura mengenakan masker demi mencegah tertular Covid-19, Selasa (10/3/2020). Singapura meminta warganya mengurangi aktivitas sosial selama dua minggu setelah lonjakan kasus Covid-19 di negaranya pada Senin (6/9/2021).

TRIBUNWOW.COM – Kementerian kesehatan Singapura mengimbau semua individu untuk membatasi aktivitas sosial yang tidak penting selama dua minggu ke depan pada Senin (6/9/2021).

Dikutip dari The Straits News, imbauan itu ditujukan terutama bagi warga lanjut usia maupun mereka yang tinggal bersama anggota keluarga yang sudah berusia lanjut.

Lingkaran sosial harus dibatasi pada kelompok kecil, dan pertemuan di rumah maupun tempat umum juga  terbatas.

Warga memborong bahan makan di sebuah supermarket di Singapura karena khawatir terjadi kelangkaan setelah Malaysia mengumumkan penutupan perbatasan untuk mengatasi Virus Corona, 17 Maret 2020. (CATHERINE LAI / AFP)

Baca juga: Singapura akan Menyumbangkan Lebih dari 100 Ribu Dosis Vaksin Pfizer Covid-19 ke Malaysia

Baca juga: Singapura Beri 500 Ribu Dosis Vaksin Pfizer dalam Kesepakatan dengan Australia

Diharapkan masyarakat Singapura juga dapat secara rutin melakukan tes Covid-19 secara mandiri.

“Semua individu, termasuk individu yang divaksinasi dan tidak divaksinasi juga harus melakukan tes Covid-19 sendiri secara teratur dengan Antigen Rapid Test (ART), terutama jika kita berpartisipasi dalam kegiatan berisiko tinggi atau menghadiri acara berskala besar,” kata kementerian kesehatan.

“Perangkat ART sekarang dijual di sebagian besar supermarket dan toko serba ada,” tambahnya.

Singapura mengalami lonjakan kasus Covid-19 dan muncul klaster besar di Bugis Junction, Rumah Sakit Umum Changi dan persimpangan bus.

Jumlah kasus infeksi Covid-19 baru di Singapura naik hampir dua kali lipat menjadi lebih dari 1.200 kasus minggu lalu.

Imbauan itu dikatakan tidak wajib oleh Menteri Keuangan Lawrence Wong yang menjadi ketua bersama gugus tugas multi-kementerian yang menangani Covid-19.

Namun, dia menambahkan aktivitas sosial yang terlalu banyak dapat memungkinkan penularan.

"Semakin banyak kita berkeliling, semakin banyak kita berkeliaran, selalu ada kemungkinan bahwa mereka yang banyak bepergian dapat secara tidak sengaja menjadi sumber dari peristiwa superspreader berikutnya,” ungkap Lawrence Wong kepada media pada Senin (6/9/2021).

Baca juga: Segera Longgarkan Pembatasan, Singapura Bersiap Hidup-Mati Berdampingan dengan Covid-19

Baca juga: PM Lee Hsien Loong Akhirnya Izinkan Perawat Muslim Singapura Pakai Hijab saat Bertugas

Lawrence Wong juga meminta agar orang-orang bisa menahan diri dan mengurangi interaksi sosial, terutama saat ini virus Covid-19 menyebar cepat di Singapura.

Sementara itu, pertemuan sosial di tempat kerja tidak akan diizinkan mulai Rabu.

Munculnya kasus infeksi Covid-19 di tempat kerja dikatakan terjadi karena manajemen yang tidak aman dan interaksi tanpa masker, ungkap kementerian kesehatan.

Tindakan lebih keras akan diambil jika ada kasus positif di antara pekerja yang terinfeksi.

Halaman
12