Beberapa aturan lain juga ditetapkan oleh Taliban sebelum universitas dibuka.
Siswa perempuan hanya boleh diajar oleh sesama perempuan dan harus menggunakan pintu masuk dan keluar yang terpisah dengan laki-laki.
Kecuali, jika kondisi tidak memungkinkan, Taliban memperbolehkan guru laki-laki dewasa yang berkarakter baik untuk mengisi pelajaran di kelas.
Selain itu, mereka juga harus mengakhiri pelajaran lima menit lebih awal dari laki-laki untuk menghindari kemungkinan bertemu di luar kelas.
Siswa perempuan harus tinggal di ruang tunggu sampai siswa laki-laki meninggalkan gedung universitas.
Peraturan itu dikatakan cukup sulit untuk dilakukan di universitas, terutama karena kurangnya fasilitas. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Afghanistan lainnya