Konflik di Afghanistan

Pemimpin Perlawanan Panjshir, Ahmad Massoud Bersedia Negosiasi dengan Taliban, Ini Syaratnya

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bom di Kabul Afghanistan. Pemimpin perlawanan di Lembah Panjshir, Ahmad Massoud menyatakan bersedia lakukan gegosiasi dengan Taliban pada Minggu (5/9/2021).

TRIBUNWOW.COM – Pemimpin perlawanan di Lembah Panjshir sekaligus Kepala Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA), Ahmad Massoud menerima usul ulama dan menyatakan siap untuk bernegosiasi dengan Taliban pada Minggu (5/9/2021).

Pernyataan persetujuan itu ditulis di halaman Facebook kelompok NRFA, dilansir dari Reuters, Minggu (5/9/2021).

“NRFA pada prinsipnya, setuju untuk menyelesaikan masalah saat ini dan segera mengakhiri pertempuran serta melanjutkan negosiasi,” kata Massoud dalam postingan Facebooknya.

Ahmad Massoud dalam wawancara dengan France 24 pada Maret 2021. (YouTube/France 24 English)

Baca juga: Taliban Klaim Kuasai Panjshir, Lepaskan Tembakan dan Tewaskan 17 Orang, Oposisi Bakal Tetap Melawan

Baca juga: Taliban Segera Umumkan Mullah Baradar sebagai Pemimpin Baru Afghanistan, Ini Sosoknya

Negosiasi itu dilakukan untuk segera dapat menyelesaikan pertempuran di Afghanistan.

“Untuk mencapai perdamaian abadi, NRFA siap menghentikan pertempuran, dengan syarat Taliban juga menghentikan serangan dan gerakan militer mereka di Panjshir dan Andarab,” katanya.

Ahmad Massoud juga mengungkapkan nantinya dapat diadakan pertemuan besar yang melibatkan semua pihak dan dewan ulama, dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (5/9/2021).

Sebelumnya, media Afghanistan sempat melaporkan bahwa dewan ulama telah meminta Taliban untuk menerima penyelesaian yang dinegosiasikan untuk mengakhiri pertempuran di Panjshir.

Baca juga: Tak Dievakuasi Jepang, Sejumlah Penduduk Afghanistan Ungkap Kekesalan: Saya Sangat Kecewa

Baca juga: Joe Biden Tepati Janji, Amerika Serikat Resmi Tarik Lebih dari 100 Ribu Pasukannya di Afghanistan

Taliban sempat mengklaim telah berhasil menjatuhkan kelompok perlawanan Panjshir pada Sabtu (4/9/2021).

Berita itu langsung dibantah oleh Ahmad Massoud yang menyatakan kabar itu sebagai kebohongan.

Pihak oposisi bersikeras akan terus melakukan perjuangan dan melawan Taliban.

Sementara, beberapa orang Taliban telah merayakan klaim kemenangannya atas Panjshir dengan melepaskan beberapa kali tembakan ke udara di Kabul.

Tindakan itu kemudian justru menewaskan setidaknya 17 orang.

Tembakan perayaan itu juga mendapat teguran dari juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid melalui akun Twitter resminya, @Zabehulah_M33 pada Sabtu (4/9/2021).

"Hindari menembak ke udara dan terima kasih Tuhan sebagai gantinya," kata Zabihullah Mujahid yang diperkirakan akan menjadi menteri informasi pemerintahan kabinet baru Afghanistan.

"Senjata dan peluru yang diberikan kepadamu adalah milik umum. Tidak ada yang berhak menyia-nyiakannya. Peluru itu juga bisa melukai warga sipil, jangan tembak dengan sia-sia,” tambahnya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Afghanistan lainnya