Terkini Internasional

Pertemuan Rahasia Presiden Israel dan Raja Yordania Isyaratkan Membaiknya Hubungan Diplomatik

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raja Abdullah II dari Yordania ketika berpidato dalam Rapat Majelis Umum PBB pada 2019. Pertemuan rahasia dilakukan Presiden Israel dan Raja Yordania yang mengisyaratkan membaiknya hubungan diplomatik keduanya pada Sabtu (4/9/2021).

TRIBUNWOW.COM – Pertemuan rahasia diketahui dilakukan antara Presiden Israel, Isaac Herzog dan Raja Abdullah II dari Yordania di Amman yang menandakan membaiknya hubungan dua negara.

Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, pertemuan dilatarbelakangi keinginan untuk meningkatkan hubungan diplomatik antara Israel dan Yordania.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Issac Herzog yang juga menyatakan pertemuan itu dilakukan secara mendadak.

Presiden Israel, Isaac Herzog. (YouTube/France 24 English)

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Catat Rekor Tertinggi hingga 11 Ribu, Israel Tetap Buka Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Klaim Serang Markas Milik Hamas

“Minggu lalu saya bertemu dan melakukan percakapan yang sangat panjang dengan raja Yordania, saya berada di istananya, sepanjang malam."

"Itu adalah pertemuan yang luar biasa,” kata Issac Herzog dalam video wawancara yang disiarkan televisi Israel pada Sabtu (4/9/2021).

Pertemuan itu membahas serangkaian masalah politik dan ekonomi, termasuk juga permasalahan energi.

“Yordania adalah negara yang sangat penting. Saya sangat menghormati Raja Abdullah, seorang pemimpin besar dan aktor regional yang sangat signifikan,” ungkap Isaac Herzog dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Di dalam pernyataan itu juga dikatakan bahwa pertemuan rahasia antara Israel dan Yordania adalah pertemuan yang hangat dan diadakan atas undangan raja.

Keduanya melakukan pembahasan masalah strategis secara mandalam.

“Di antara hal-hal yang kami diskusikan adalah isu-isu inti dalam dialog antara negara-negara kami, termasuk kesepakatan untuk mengimpor hasil pertanian selama tahun shemitah (sabat pertanian), masalah energi, keberlanjutan, dan solusi untuk krisis iklim yang dapat kita maju bersama,” kata pernyataan itu.

Sebelumnya, hubungan Israel dan Yordania sempat memburuk ketika berada di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Baca juga: Sosok Naftali Bennett, PM Israel Baru Pengganti Benjamin Netanyahu, Dikenal Keras pada Palestina

Baca juga: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Digulingkan dari Jabatannya setelah 12 Tahun Berkuasa

Benjamin Netanyahu dituduh mengabaikan kerajaan Yordania demi menormalisasi hubungan Israel dengan negara-negara lain, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko pada tahun lalu.

Hubungan diplomatik juga sempat memanas karena ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan perluasan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Namun, Netanyahu secara resmi dilengserkan dari posisinya sebagai perdana menteri pada 13 Juni lalu setelah menjabat selama 12 tahun berturut-turut dan digantikan oleh Naftali Bennet.

Naftali Bennet sempat melakukan pertemuan dengan Raja Abdullah, tak lama setelah menjabat.

Halaman
12