Warga sekitar yang melihat tampak berusaha melerai.
Yang jadi sorotan, petugas SPBU tersebut tampak melontarkan kalimat dengan kata tidak pantas hingga merendahkan harkat martabat dan derajat si pedagang tersebut.
"Awalnya itu dari hari Jumat (27/8/2021). Petugas SPBU itu marah ke pedagang karena katanya kita jualan di wilayah SPBU, dan menurut dia kita salah," ucap Ray, salah satu saksi mata saat ditemui, Senin (30/8/2021). Ray juga pedagang di wilayah itu.
Tidak hanya itu, menurutnya yang menjadi masalah karena bahasa yang diucapkan oleh petugas SPBU sangat tidak pantas dan merendahkan.
"Si teteh penjual salad buah yang videoin, dia sampe dikata-katain sampe suaminya marah, waktu kejadian si teteh upload status di WhatsApp mungkin dari situlah videonya viral" ujarnya.
Kalimat rasis juga terucap dari mulut petugas SPBU itu sehingga menyulut emosi banyak orang.
"Kalau masalah jualannya udah beres dari hari Sabtu, cuma dia negur lagi dan marah-marah dengan kata-kata tidak pantas. Waktu ditanya sama polisi juga dia ngakunya enggak punya KTP," ujarnya.
Menurut dia, petugas SPBU yang tinggal diaerah Manglayang tersebut dikenal sebagai pembuat onar. Sejak videonya viral, petugas SPBU tersebut didatangi polisi.
"Waktu polisi datengin rumahnya, tetangga dia emang pada bilang kalau dia banyak masalah dan suka bikin masalah," ujarnya.
Baca juga: Sosok Penghulu yang Viral karena Buat Pengantin Tertawa, Ternyata Kepala KUA Lowokwaru
Minta Maaf
Kini beredar video viral permintaan maaf petugas tersebut.
Video itu dibagikan akun Instagram @kamerapengawas.id dan @bandungtalk, Senin (30/8/2021).
Dalam video itu, seorang pria yang menenakan kaus merah meminta maaf atas kejadian yang sudah viral.
Ia mengaku tidak bisa bersikap bijak karena tersulut emosi.
"Saya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin yang sudah viral pada Sabtu. Itu saya terbawa emosi pada saat saya sedang melakukan tugas dan pada akhirnya membawa nama ras," katanya.