Ray melanjutkan, cara pelaku marah-marah sangat kasar dan merendahkan.
"Si teteh penjual salad buah yang videoin, dia sampe dikata-katain sampe suaminya marah, waktu kejadian si teteh upload status di WhatsApp mungkin dari situlah videonya viral," ujarnya.
Pelaku juga sempat mengucap kalimat rasis sehingga semakin memancing emosi banyak orang.
"Kalau masalah jualannya udah beres dari hari Sabtu, cuma dia negur lagi dan marah-marah dengan kata-kata tidak pantas. Waktu ditanya sama polisi juga dia ngakunya enggak punya KTP," ujar Ray.
Ray bercerita, kesehariannya pelaku tinggal di daerah Manglayang.
Di wilayah tempatnya tinggal, pelaku dikenal suka membuat masalah atau keributan.
"Waktu polisi datengin rumahnya, tetangga dia emang pada bilang kalau dia banyak masalah dan suka bikin masalah," ujar Ray.
Tak lama setelah video marah-marah viral, muncul video permintaan maaf dari pelaku.
Gaya Arogan Menantang
Sebelumnya diberitakan, pada video yang beredar di medsos, nampak pelaku bergaya arogan menantang warga yang ia marahi.
Pelaku saat itu tengah menegur para pedagang yang berjualan di sekitar kawasan SPBU.
Sambil meletakkan kedua tangan di pinggang, pelaku marah-marah ke pedagang, memaki hingga mengucap cercaan rasis.
Sementara itu, beberapa warga pun terdengar berusaha melerai keributan tersebut.
“Udah de, udah de, ini orangtua De,” ujar warga yang melerai. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari TribunJabar.id dengan judul Video Viral, Pegawai SPBU di Bandung Ribut dengan Warga yang Jualan, Gaya Petenteng Jadi Sorotan, Cerita Saksi soal Petugas SPBU di Bandung Rendahkan Harkat Derajat Martabat Saat Marahi Pedagang, dan Akhir Kasus Petugas SPBU di Bandung Petenteng ke Pedagang, Sempat Dikeroyok, Ini Penjelasan Polisi