Dikutip dari TribunJabar.com, Robert mengatakan, M dan kedua anaknya sangat terkejut atas kematian Tuti dan Amalia Mustika Ratu.
"Ibu M masih shock hingga kemarin. Ya enggak menyangka nasib Ibu Tuti dan anaknya bisa sampai seperti ini," kata Robert Marpaung.
Saat ditanya kenapa bisa tiba-tiba jadi penasehat hukum M, dia menyebut diminta untuk mendampingi M selama berjalannya kasus ini.
Selain itu, M juga termasuk orang awam hukum.
"Karena setiap warga negara kan berhak mendapat pendampingan hukum. Di sisi lain supaya penanganan kasus ini sesuai koridor hukum, apalagi ibu M orang awam hukum dan pasal yang diterapkan juga tentang 338 dan 340," ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, kasus kematian ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, hingga saat ini masih menjadi misteri.
Penemuan mayat Tuti dan Amalia menggegerkan warga setempat di Dusun 2 Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.
Jejak kaki pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang dalam kasus kematian ibu dan anak di bagasi mobil di Subang, Jawa Barat masih menjadi misteri.
Awal mula, dua mayat ini ditemukan oleh seorang warga pada Rabu pukul 07.30 WIB.
Keberadaan Pelaku hingga Jejak Kaki Misterius
Polisi menyebut tewasnya ibu dan anak tersebut diduga kuat lantaran pembunuhan.
Dan hingga kini si pelaku masih belum terungkap, polisi pun masih terus mengungkap kasus tersebut.
Dikutip dari TribunJabar.com, sebelumnya, berdasarkan hasil dari olah TKP diketahui bahwa ada jejak kaki diduga lebih dari satu orang.
"Indikasinya lebih dari satu orang. Itu masih diduga, masih indikasi," ujarnya Senin (23/8/2021).
Jejak kaki misterius yang ada di TKP pun diketahu berbeda.
Hingga adanya indikasi pelaku lebih dari satu orang.
Kapolres Subang, AKBP Sumarni, mengatakan hingga saat ini sekitar 20 saksi sudah diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut.
Disinggung dengan pelaku berada di lokasi saat pihak kepolisian menggelar olah TKP, Sumarni menjawab agar bersabar dan akan dipublikasikan lewat rilis kepada awak media.
"Nanti saat rilis saja pokoknya akan diungkapkan," ucap mantan Kapolres Sukabumi Kota ini.
Hal Tak Biasa Korban sebelum Tewas
Duka mendalam atas kepergian Tuti dan Amelia dirasakan Yoris (34), anak tertua Tuti.
Sebelum kejadian nahas itu, Yoris sempat bertemu dengan ibu dan adiknya.
Saat itu, ibu dan adiknya datang ke rumahnya yang berada di Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.
Menurut Yoris, kedatangan mereka merupakan hal yang tidak biasa.
"Jarang-jarang Mamah pengen ke rumah saya ke Kasomalang, itu lama banget Mamah sama Amelia di rumah saya."
"Makan bareng, tiduran, enggak kaya biasanya Mamah kayak gitu," kata Yoris, Jumat (20/8/2021), seperti dikutip dari Tribun Jabar.
Yoris mengungkapkan, itu merupakan momen yang paling tidak bisa dilupakan olehnya.
Lebih lanjut, Yoris menjelaskan, sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, tidak ada masalah apapun di keluarga mereka.
"Tidak ada masalah sama sekali, adik saya itu paling dekatnya memang sama ibu, jadi sering curhatnya sama ibu saya," ungkapnya.
Yoris pun berharap agar kasus ini segera bisa terungkap dan pelaku dihukum setimpal.
Berita terkait kasus ibu dan anak tewas di mobil
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/anda Lusiana) (TribunJabar.co.id/Mega Nugraha/Dwiky Maulana Vellayati)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FAKTA-FAKTA Amalia, Gadis Korban Tewas di Subang, Dikenal Berprestasi dan Bendahara Yayasan