Terkini Daerah

Istri Pergi ke Sawah, Ayah Rudapaksa Putri Kandungya 9 Kali hingga Hamil dan Melahirkan Prematur

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pemerkosaan terhadap anak di bawah umur - Ayah di Bojonegoro, S (39) tega mencabuli putri kandungnya yang berusia 11 tahun hingga hamil dan melahirkan.

TRIBUNWOW.COM - Aksi rudapaksa yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri kembali terjadi.

Kali ini, pria berinisial S (39) asal Bojonegoro, Jawa Timur tega merudapaksa putri kandungnya yang masih berusia 11 tahun.

Bahkan, kelakuan ayah bejat itu sampai membuat sang anak, DA (11), hamil dan telah melahirkan anak secara prematur.

Ilustrasi (Odyssey)

Baca juga: Berawal dari Curhat, Remaja Broken Home Jadi Korban Rudapaksa Pria 55 Tahun, Ini Modus Pelaku

Kejadian memilukan tersebut dikonfirmasi oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia.

Eva mengatakan, kejadian memprihatinkan itu terkuak oleh penyidik setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, korban dan saksi, terkuak bahwa aksi bejat sang ayah yang dilakukan pertama kali pada bulan Januari 2021.

"Setelah dapat laporan, kita lakukan pemeriksaan dan akhirnya terkuak pelaku adalah bapaknya sendiri," ujar Kapolres dikutip dari TribunJatim.com, Kamis (25/8/2021).

Cabuli Anak Saat Istri ke Sawah

Lagi-lagi, alasan klasik pelaku nekat mencabuli anak kandungnya karena nafsu.

Eva menjelaskan, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku di rumahnya sendiri.

Aksi pencabulan tersebut sering dilakukan pada siang bolong.

Baca juga: Nasib Nahas Remaja Dicekoki Miras dan Pil Perangsang lalu Dirudapaksa Bergilir 3 Pria selama 2 Hari

Baca juga: Punya Imajinasi Liar, Paman Berkali-kali Rudapaksa Keponakan, Awalnya Ajak Tonton Video Asusila

Pelaku memanfaatkan keadaan rumah yang sepi karena sang istri sedang bekerja menjadi buruh tani di sawah.

"Dilakukan di rumah saat siang, saat istri di sawah," ujar Eva.

Korban yang masih di bawah umur tak berdaya menuruti kemauan sang ayah.

Terlebih, korban selalu dibentak serta mendapatkan ancaman.

Halaman
12