TRIBUNWOW.COM - Pria warga Jogonalan, Klaten, RMD (21) tega membunuh rekan SMP-nya, DLP (21) dan menguburkannya di kebun.
Dilansir TribunWow.com, RMD nekat membunuh korban karena kesal diancam akan dilaporkan terkait kasus pelecehan seksual.
Tak hanya itu, pelaku juga berniat menguasai harta korban.
Jasad korban ditemukan terkubur di kebun Desa Ngasem, Kelurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, 24 Juli 2021 lalu.
Baca juga: Teka-teki Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Istri Muda Yosep dan Anak Dites DNA, Ini Kata Pengacara
Baca juga: Motif Pria Bunuh Teman SMP dan Kubur Mayatnya di Kebun, Sempat Pinjam Cangkul Lalu Kabur ke Kaltim
Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah menyebut pelaku dan korban juga pernah berhubungan badan dua kali.
Pembunuhan itu bermula saat korban dan pelaku jalan-jalan bersama.
Namun, pelaku dan korban akhirnya cekcok karena korban menanyakan status hubungannya.
Meski sudah dua kali berhubungan badan, pelaku menganggap korban hanya teman biasa.
Selanjutnya, korban meminjam uang sebedar Rp 1 juta kepada pelaku dengan alasan untuk menutup utang sang pacar.
Namun, permintaan korban itu ditolak pelaku dengan alasan tak punya uang.
Selain itu, korban juga kerap meminjam uang tapi belum dikembalikan pada pelaku.
Korban terus memaksa dan mengancam akan melaporkan pelaku ke polisi dengan tuduhan pelecehan seksual.
"Motifnya sakit hati. Karena yang bersangkutan, menurut keterangan pelaku, si korban ini memiliki utang kepada pelaku," jelasnya, dikutip dari TribunJogja.com, Rabu (25/8/2021).
"Sebelum kejadian itu, korban ingin meminjam uang lagi namun kata pelaku uang yang kemarin saja belum dikembalikan dan mau minjem lagi. Jadi ada kekesalan dan Korban sifatnya memaksa."
Baca juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak, Suami dan Istri Muda Diperiksa Polisi, Kini Sudah Sewa Pengacara
Baca juga: Saksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ngaku Lihat Orang Parkirkan Alphard di TKP, Ini Pengakuannya
Korban Dibunuh