Covid-19 juga bisa menyebabkan pneumonia dan menyebabkan nyeri dada.
3. Batuk Terus Menerus
Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami pasien Covid-19.
Seperti pada penyakit batuk pada umumnya, batuk yang terus menerus juga bisa menyebabkan nyeri dada.
Dalam hal ini, rasa sakit akibat batuk akan mudah dibedakan dengan nyeri dada yang disebabkan hal lain.
Nyeri dada karena ini biasanya tidak berlangsung lama.
Salah satu cara meredakannya adalah dengan meminum air hangan atau berbagai jenis teh hangat.
4. Kecemasan
Kecemasan dapat terjadi karena kejadian yang tiba-tiba atau sebagai akibat dari gangguan kecemasan atau serangan panik.
Selain nyeri dada, ketika mengalami serangan panik, biasanya juga engalami ejala tambahan, seperti:
Berkeringat di tangan, sesak napas, gemetaran, pusing, detak jantung cepat.
Nyeri dada terkait kecemasan berbeda dari nyeri dada karena penyebab lain dalam beberapa hal.
Misalnya, rasa sakit biasanya memuncak dalam waktu sekitar 10 menit dan kemudian memudar.
Juga, itu dapat berkembang saat istirahat daripada selama atau setelah aktivitas.
Biasanya, nyeri dada akibat kecemasan tidak menjalar ke bagian tubuh lain, seperti punggung atau lengan.