TRIBUNWOW.COM - Kehadiran apilkasi Bank Syariah Mandiri (BSI) Mobile memang mempermudah transaksi bagi para penggunanya.
Hal itu diakui M Fathin, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Aplikasi BSI Mobile diakui Fathin sangat membantu di tengah-tengah padatnya agenda.
Maklum, mahasiswa yang juga mengajar pondok pesantren ini disibukkan dengan kegiatan kuliah, mengajar, hingga pengumpulan donasi untuk masyrakat yang membutuhkan di masa pandemi ini.
Dengan BSI Mobile, Fathin mengaku tak perlu lagi wira-wiri untuk mengecek gajian yang dikirim lewat bank Syariah, mengecek uang pengumpulan donasi, hingga melakukan transaksi sedekah rutin bulanan.
Menu yang ia buka yakni info rekening untuk mengetahui transferan gajian, menu mutasi untuk melihat aktivitas donasi, atau Ziswaf ketika ingin bersedekah.
“Ya sangat dimudahkan. Apalagi transaksinya enggak kalau sesama bank tidak perlu membayar biaya administrasi. Saya biasa gunakan BSI Mobile untuk lihat gajian, beli pulsa, donasi, atau kami gunakan untuk mengumpulkan acara donasi, pembayaran e-commerce juga,” kata dia saat diwawancara, Selasa (10/8/2021).
Kemudahan lainnya yang menurutnya adalah ketika mudik ke kampung halaman di Aceh.
Baca juga: Calon Jamaah Haji Indonesia 2021 Batal Berangkat, Dana Haji Kini Diinvestasikan di Bank-bank Syariah
Fathin mengatakan jaringan ATM BSI sekarang cukup luas. Apalagi di Aceh yang notabene berbasis syariat.
Hampir semua ATM di Aceh merupakan ATM BSI. Sehingga ia tak perlu kesulitan kalau ingin mengambil uang.
“Kebetulan aku punya dua BSI, sudah lama banget. Dulu dari Mandiri Syariah, lalu BNI Syariah. Kalau pas balik ke Aceh dimudahkan banget soalnya semua ATM berubah Syariah jadi mudah nyarinya, transaksi antar Syariah juga enggak dikenai biaya administrasi,” pujinya.
Kemudahan Sedekah di Masa Pandemi
Kemudahan bersedekah atau infak dengan memanfaatkan BSI Mobile juga dirasakan karyawan swasta, Rindawati.
Hampir setiap bulan ia memiliki agenda sedekah untuk memenuhi kewajiban zakat mal.
Dulu sebelum pandemi biasanya dikumpulkan untuk diberikan langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Selama pandemi ini ia cukup kerepotan karena akses terbatasi. Kegiatan juga lebih banyak di rumah karena harus work from home (WFH).
Walhasil sedekah melalui mobile banking adalah solusi. Biasanya dia mentransfer uang ke sejumlah lembaga amal atau langsung melalui aplikasi M-Banking.
Baca juga: Lawan Covid-19 Sekaligus Peringati Hari Batik, BNI Syariah Bagikan 7 Ribu Masker dan Hand Sanitizer
Apalagi selama pandemi ini banyak juga yang melakukan open donasi untuk saling bantu sesama.
Semangat untuk saling membantu dan berbagi di masa pandemi ini cukup terbantu dengan BSI.
Apalagi ada menu zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) yang jelas bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sehingga soal penyalurannya tak perlu khawatir salah sasaran.
Salah satu Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menggunakan layanan bank syariah sejak lama adalah Solopeduli.
Solopeduli berdiri pada 1999 dengan nama Yayasan Solo Peduli Ummat, kemudian berubah menjadi LAZ dengan nama Solopeduli pada 2016.
Awalnya pada 2006 masih menggunakan cara konvensional, kemudian booming pernghimpunan dana lewat digital hingga mulai menggunakan cara online pada 2017.
Cara online yang ia maksud cukup banyak, mulai dari website resmi, hingga lewat QRIS seperti GoPay, OVO, dan Link Aja. Semuanya kemudian dihubungkan dengan BSI atau bank Syariah mitra.
Direktur Fundraising Solopeduli, Tri Waluyo saat diwawancara, Selasa (10/8/2021), mengatakan sejak berdiri mereka memprioritaskan memakai rekening berbasis syariah karena secara legal izin merupakan lembaga amil zakat. Salah satu yang digunakan yakni BSI.
Keuntungannya karena marketnya memang orang yang berzakat. Transaksinya juga tanpa potongan.
Baca juga: Soal Wisata Halal, Sandiaga Uno Tegaskan Tidak Paksa Terapkan Aturan Agama: Bukan Mensyariahkan
Solopeduli menggunakan hampir semua bank Syariah, termasuk BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah sebelum bergabung menjadi BSI.
Hampir setiap rekening memiliki kegunaan berbeda-beda. Misalnya ada rekening khusus penerima zakat, khusus penerima anak yatim, dan khusus penerima bencana.
Selain kerjasama rekening, mereka pernah bekerjasama degan LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) yang merupakan mitra Bank Syariah Mandiri (BSM). Bentuk kerjasamanya berupa pendistribusian penerima manfaat yakni program peduli guru ngaji di masjid pelosok.
Tri Waluyo menambahkan bahwa peningkatan transaksi digital dan adanya e-banking bank Syariah membuat orang lebih mudah berdonasi sehingga jangkauannya juga lebih fleksibel dari berbagai daerah.
Namun karena secara legal mereka hanya wilayah Jawa Tengah (Jateng), maka prioritasnya adalah donatur Jateng.
Begitu juga dengan penerima manfaat, diprioritaskan wilayah Jateng, kecuali ada bencana besar di luar daerah Jateng.
“Penerima manfaat Solopeduli tiap tahun meningkat karena jumlah donatur meningkat. Tahun 2020 kami ada di angka 450.000-an,” ucapnya.
Tri Waluyo menilai kini semakin banyak muncul aplikasi Ziswaf online.
Ia mengaku senang karena dengan begitu semakin banyak orang yang akan terbantu. Apalagi di masa pandemi ini banyak yang membutuhkan.
Cara online membuat proses berdonasi semakin mudah dan cepat.
“Namun kita juga berharap sesuai regulasi pemerintah harus punya izin resmi yang dikeluarkan pemerintah. Agar jelas secara pengawasan, dan transparansi karena yang dikelola adalah dana umat,” terangnya.
Kerjasama BSI - Baznas
Dikutip dari Tribunnews.com, BSI terus melakukan optimalisasi Ziswaf agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam hal ini BSI bekerjasama dengan Baznas agar lebih jelas dari sisi pengelolaan.
Berdasarkan data Baznas, total dana Ziswaf yang terkumpul pada 2020 lalu sekitar Rp12,5 triliun. Angka tersebut disebut tumbuh baik dari jumlah tahun sebelumnya sebesar Rp10,6 triliun.
Mereka memperkirakan tahun ini bakal mengalami kenaikan hingga Rp19,77 triliun.
Namun, Baznas menyebut angka tersebut masih jauh dari potensinya yang mencapai Rp327,6 triliun.
Maka dari itu Baznas bekerjasama dengan BSI untuk optimalisasi pengumpulan dan pengelolaan Ziswaf.
Harapannya dengan adanya menu Ziswaf pada BSI Mobile, kesadaran bersedekah dan beramal masyarakat Indonesia lebih tinggi karena dipermudah tanpa harus datang langsung ke kantor Baznas dan lainnya.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, dukungan tersebut diberikan karena selama ini potensi besar Zizwaf di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut Hery, jika dimobilisasi dengan baik, pengumpulan Ziswaf bisa menjadi salah satu sumber dana pembiayaan umat sekaligus untuk pembangunan. Baik dari sisi penyaluran beasiswa pendirikan, membangun CSR, dan lainnya.
“Ke depannya, BSI berencana memperkuat kerjasama dengan memberi layanan counter untuk Baznas di seluruh daerah, kolaborasi pengadaan fitur smart donation dan promosi lainnya, kerjasama dalam publikasi dan literasi layanan Zizwaf,” kata Hery pada April 2021. (TribunWow.com/Astini Mega Sari)