Terkini Daerah

Fakta Baru Pembunuhan Wanita Terapis Bekam di Tol Jatikarya, Korban Sempat Diajak Nikah Pelaku

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pembunuhan - Motif pembunuhan janda terapis bekam yang jasadnya ditemukan di kolong tol Jatikarya ternyata karena masalah cinta, Kamis (12/8/2021).

Hal itu lah yang membuat jasad korban ditemukan dalam kondisi setengah terkubur.

Diberitakan sebelumnya, jasad RSJ pertama kali ditemukan pada, Jumat (6/7/2021) sekira pukul 11.00 WIB.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Baca juga: Terungkap Motif Penculikan Pengusaha Asal Jakarta, Bermula dari Upah, Korban dan Pelaku Saling Kenal

Hasil Autopsi Korban

Sebelum pelaku diringkus, kematian seorang janda terapis bekam yang ditemukan tewas di kolong tol Jatikarya, Bekasi, sempat masih menjadi misteri.

Dilansir TribunWow.com, korban wanita berinisial RSJ ditemukan dengan kondisi setengah terkubur di wilayah Kampung Cimantin RT 01 RW 07 di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (6/8/2021) lalu.

Korban diketahui tinggal di Perumahan Pulogebang Indah, Blok J XI/10 RT 003/011 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

RSJ diduga menjadi korban pembunuhan setelah pamit pergi membekam dua hari sebelumnya.

Kepastian tersebut didapat setelah hasil autopsi sementara yang dilakukan di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati sudah keluar.

Baca juga: Fakta Viral Ucok Baba Dipalak di Kafe, Pelaku Ngaku Orang Kaya hingga Minta Ampun saat Ditangkap

Baca juga: Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Mayat Wanita Dalam Kardus di Cakung, Ternyata Pacar Sendiri

Kanit Reskrim Polsek Jatisampurna. Iptu Valerij Lekahena mengatakan, korban mendapatkan luka di bagian kepala dan wajah.

RSJ juga mengalami luka akibat dibekam dengan cara mulut disumpal.

"Hasil autopsi sementara itu menunjukkan korban dibekap, mulutnya itu disumpal," kata Valerij dikutip dari TribunJakarta, Rabu (11/8/2021).

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual pada jasad korban.

Selain itu, korban juga tidak sedang dalam kondisi hamil seperti dugaan sebelumnya.

"Diduga mati lemas, tidak ditemukan cairan mani, jadi tidak ada pemerkosaan, juga tidak disebutkan korban dalam keadaan hamil," tegasnya.

Halaman
123