Terkini Daerah

Mobil yang Disewa Kehabisan Bensin, Pasutri Ini Pilih Begal Taksi Online, Berikut Kronologinya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - A (21) dan B (21), pasangan suami istri (pasutri) asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diringkus polisi seusai membegal sopir taksi online.

TRIBUNWOW.COM - A (21) dan B (21), pasangan suami istri (pasutri) asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diringkus polisi seusai membegal sopir taksi online.

Dilansir TribunWow.com, pembegalan itu berawal saat mobil yang disewa A dan B kehabisan bensin di tengah jalan.

Peristiwa ini terjadi di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (30/7/2021) lalu.

Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Oesman Imam Qomarudin menyebut mulanya A dan B menyewa mobil dan berangkat dari Banjarnegara ke Banten untuk mencari pekerjaan.

Baca juga: Kronologi Remaja 15 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka di Lumajang, Kakak Korban: Kemungkinan Dibegal

Baca juga: Viral Video Driver Ojol Dibegal di Medan, Saksi Lihat Korban Kesakitan karena Punggungnya Berdarah

Saat kejadian pasutri itu tak membawa ponsel serta Kartu Tanda Penduduk (KTP).

A hanya membawa SIM dan B membawa paspor.

Ketika sampai Ciasem, Subang, mobil kehabisan bensin.

Karena tak punya uang, pasutri ini meninggalkan mobil sewaan beserta STNK mobil di pinggir jalan.

Keduanya lantas berganti-ganti bus menuju Cikopo.

A dan B lantas meminjam ponsel seorang ibu untuk memesan taksi online.

Tak lama berselang, pengemudi taksi online bernama Assruddin (55) menjemput keduanya di depan Pasa Induk Cikiopo, Purwakarta.

Korban rencananya akan mengantarkan pasutri itu ke Desa Pinayungan.

Sesampainya di lokasi tujuan, A mengarahkan sopir melewati jalan sempit dan berpura-pura menelepon saudara.

Baca juga: Siksa lalu Bakar Pacar Gay-nya di Maros, Pelaku Ternyata Punya Bisnis Prostitusi dan Ahli Begal

Baca juga: Bakar Driver Ojol, Begal di Brebes Ngaku Tiba-tiba Ingin Berbuat Jahat: Di Perjalanan Saya Kepikiran

Sedangkan sang istri bertugas memberi kode.

"Si perempuan yang duduk di belakang korban kemudian mencekik korban. Yang laki-laki kemudian memukul kepala korban," ujar Oesman, dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/8/2-21).

Halaman
12