Terkini Daerah

Pesan Akidi Tio Semasa Hidup ke Anak Cucu Diungkap Dokter Keluarga: Kalau Dapat Lebih, Bagikan

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menerima bantuan sebesar Rp 2 triliun dari pengusaha asal Langsa, Aceh Timur untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021).

TRIBUNWOW.COM - Dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan mengungkap pesan Akidi Tio yang selalu dikatakan semasa hidupnya.

Bahkan, pesan itu terus Akidi Tio sampaikan ke anak-anaknya soal berbagi terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof dr Hardi Darmawan dalam Sumsel Virtual Fest 'Ungkap Fakta Sumbangan Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio', Selasa (27/7/2021).

"Akidi, sesuai dengan namanya yang berarti keyakinan. Dia punya keyakinan bisa bantu orang susah," kata Prof Hardi.

Kepala Newsroom Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti saat memawancarai dokter keluarga Prof dr Hardi Darmawan, Selasa (27/7/2021). (Tangkapan Layar YouTube SripokuTv.)

Baca juga: Soroti Keluarga Akidi Tio Rp 2 Trilliun yang Sumbang untuk Covid-19, Susi: Semoga Amal Bapak Dibalas

Prof Hardi mengatakan, Akidi Tio selalu menyampaikan pesan kepada anak hingga cucunya agar mau berbagi.

"Selalu dipesankan ke anak, cucu, cicit, kalau kalian dapat lebih, bagikan kepada siapapun yang membutuhkan," ungkap Prof Hardi.

Diketahui, nama Akidi Tio mendadak jadi sorotan setelah keluarga besarnya sumbangkan uang Rp2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Diketahui, Akidi Tio sendiri sudah wafat.

Sumbangan itu keluarga Akidi Tio berikan kepada Irjen Pol Eko Indra Heri secara pribadi, bukan sebagai Kapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri diberi amanah untuk menyampaikan bantuan kepada warga Sumsel yang membutuhkan.

Baca juga: Profil Keluarga Akidi Tio Donatur Covid-19 Rp 2 Trilliun, 7 Anaknya Jadi Pengusaha Sukses di Jakarta

Ikhlas dan Tulus

Tak ada syarat khusus yang diajukan oleh keluarga Akidi Tio, penyumbang Rp2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

"Tidak ada syarat khusus, yang penting amanah dengan tujuan mulia itu," kata Prof Hardi.

Prof Hardi melanjutkan, bantuan tersebut harus dijalankan sebaik-baiknya dengan maksud harus Amanah (bisa dipercaya), Fathonah (cerdas), Siddiq (jujur, benar) dan Tabligh (menyampaikan).

"Itu kemauan mereka (keluarga Akidi Tio), yang penting sampai, itu tujuan mereka," ungkap Prof Hardi.

Halaman
1234