TRIBUNWOW.COM - Nasib nahas menimpa seorang remaja berinisial PPD (17), asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dilansir TribunWow.com, PPD menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh pria berinisial LS (48).
Sebelum diberangkatkan, LS memalsukan identitas PPD dan enam orang lainnya yang hendak dikirim ke Timur Tengah.
Nasib nahas PPD tak berhenti sampai di situ.
Ia juga diduga menjadi korban pelecehan seksual LS hingga kini hamil.
PPD sempat disekap dan berkali-kali dirudapaksa LS.
Baca juga: Tak Mau Lihat Ibu Sakit, Siswi SMP Pasrah Bertahun-tahun Dirudapaksa Ayah Tiri, Begini Ceritanya
Baca juga: Ayah Kandung Tega Rudapaksa Anak Perempuannya di Wisma, Modusnya Ingin Pastikan Keperawanan
Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata mengatakan selain LS, ada tersangka lain berinisial F yang merekrut PPD.
Saat itu, PPD yang masih berusia 17 tahun bersedia bekerja di Timur Tengah.
”Dia direkrut untuk dipekerjakan ke luar negeri yaitu ke negara Timur Tengah,” jelas Hari, dikutip dari TribunLombok.com, Kamis (22/7/2021).
Setelah direkrut, PPD lantas dikenalkan pada LS.
Seusai berkenalan, LS langsung membuatkan KTP dan kartu keluarga palsu.
”Alamat korban juga diubah, yang semula di Lombok Barat menjadi Lombok Timur,” lanjutnya.
PPD bersama enam orang lain lantas dibawa ke Kabupaten Sumbawa Besar untuk membuat paspor.
”Setelah pembuatan paspor ke-7 korban ini, termasuk PPD pulang ke Lombok,” lanjutnya.
Dari tujuh orang ini, sebagian merupakan anak di bawah umur.