PPKM Darurat

Luhut Mengaku Sedih Pandemi Covid-19 Dipolitisasi: Ini Masalah Kemanusiaan, Saya Sudah Cukup Tua

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Luhut Binsar Pandjaitan yakin Covid-19 melandai pekan ini, Senin (12/7/2021). Luhut mengaku sedih mengetahui pandemi Covid-19 dipolitisasi segelintir pihak, Rabu (21/7/2021).

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sedih belum bisa optimal menangani pandemi Covid-19.

Sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa - Bali, Luhut bahkan sudah meminta maaf ke masyarakat karena belum mampu membuat Indonesia keluar dari pandemi.

Dilansir TribunWow.com, Luhut semakin sedih bila mengetahui masih ada segelintir pihak yang coba memainkan isu politik di tengah pandemi.

Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan berkaca-kaca ungkapkan kesedihannya belum bisa optimal tangani Covid-19, Selasa (20/7/2021). (YouTube Kompas TV)

Baca juga: Luhut Cerita Alasannya Minta Maaf, Tanggung Jawab Tangani Covid-19, Ingatkan pada Operasi Seroja

Pasalnya, belenggu Virus Corona merupakan masalah kemanusiaan yang semestinya diatasi bersama-sama.

"Menangis sih enggak lah, tapi saya sedih lah," kata Luhut di acara Business Talk di Kompas TV, Selasa (20/7/2021) malam.

"Saya sedih saja kalau orang masih memainkan politisasi keadaan ini. Ini kemanusiaan," ujarnya.

Luhut mengaku mengatakan hal tersebut dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Ia dengan tegas memperingatkan pihak-pihak yang ingin memainkan isu politik di tengah bencana.

Jenderal Purnawirawan TNI tersebut bahkan memastikan bahwa dirinya tidak akan ikut campur urusan politik bila pandemi sudah selesai.

Terlebih, Indonesia sempat memuncaki angka kematian harian tertinggi karena Covid-19 di dunia.

Baca juga: Nasib Pernikahan Lesti Kejora dan Rizky Billar Terdampak PPKM, Harusnya Sudah Mulai Gelar Acara

Baca juga: Cara Mendapat Bansos PPKM Darurat, Ada BLT UMKM, BST Rp 300 Ribu, hingga Diskon Token Listrik

"Ini dari lubuk hati saya yang paling dalam, ini humanity. Masalah kemanusiaan ya enggak boleh dipolitisasi," kata Luhut.

"Saya bilang, kalau kau mau berpolitik nanti nanti kau berpolitik sana. Silakan, saya enggak akan main politik, saya sudah cukup tua," sambungnya.

Sebagai pejabat tinggi negara yang cukup senior, Luhut mengharap agar generasi di bawahnya jauh lebih peka.

Ia tak ingin masalah kemanusiaan dijadikan kendaraan poltik bagi segelintir pihak yang justru mengganggu konsentrasi pemerintah.

"Tapi kita harus mengajari anak-anak muda, jangan kayak gini-gini dipolitisasi. Enggak ada yang salah dibuat ini, yang kurang iya, mungkin sana-sini (kurang)," ujar Luhut.

Halaman
1234