TRIBUNWOW.COM - Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menyebut satu alasan mengapa pasien Covid-19 ditemukan banyak yang meninggal saat isolasi mandiri.
Hal itu dia sampaikan dalam akun Twitternya @ProfessorZubairi yang telah diikuti oleh 49 ribu pengikut pada Jumat (16/7/2021).
Dalam akun Twitternya, dia mengaku banyak ditanya wartawan terkait banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal, khususnya saat menjalani isolasi mandiri.
"Jawaban saya clear, karena banyak pasien dengan keluhan berat tidak masuk ke rumah sakit," ujarnya.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Wanita yang Sudah Hamil Tak Boleh Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19
Dia menjelaskan bahwa tidak semua pasien Covid-19 boleh menjalankan isolasi mandiri.
Untuk diketahui, isolasi mandiri hanya diperkenankan untuk pasien bergejala ringan dan tanpa gejala.
Kementerian Kesehatan menetapkan aturan untuk syarat dapat menjalankan isolasi mandiri, yaitu:
Syarat klinis
1. Usia di bawah 45 tahun
2. Tidak memiliki komorbid
3. Tanpa gejala atau bergejala ringan
Syarat rumah
1. Dapat tinggal di kamar terpisah
2. Ada kamar mandi di dalam rumah
Baca juga: Update Kasus Harian Covid-19 Indonesia, Kembali Menurun tapi Angka Kematian Hampir Tembus 2 Ribu
Baca juga: Fakta Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa dari Keranda di RS, Begini Kronologinya
Zubairi menyebut untuk menentukan pasien tersebut memiliki gejela ringan atau tanpa gejalan harus diteliti betul, salah satunya dengan rontgen dada.
"Pasien Covid-19 yang boleh isoman itu adalah yang rontgen parunya normal dan saturasi oksigennya tidak drop," ujarnya.
"Sebab kalau ditemukan pneunomia pada dirinya maka perawatannya akan berbeda total."
Untuk diketahui pneunomia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi yang bisa disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri.
Dia menyatakan perlunya melakukan rontgen dada bagi pasien Covid-19 meski tidak memiliki gejala.
Sebelumnya, dalam Youtube Prof. Zubairi Djoerban, dia menceritakan pengalamannya ketika menemukan keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Dia menceritakan kasus di mana ada dua orang keluarganya terkonfirmasi positi Covid-19.
Mereka berdua mengaku tidak memiliki gejala apapun ketika terinfeksi positif Covid-19.
"Setelah rontgen-nya dikerjakan ternyata hasilnya ada pneumonia," ujarnya.
Pneumonia adalah salah satu tanda bahwa pasien Covid-19 tidak dalam gejala ringan.
Dia menjelaskan ada kemungkinan pneunomia yang dialami pasien Covid-19 akan menjadi berat dan harus mendapat bantuan oksigen hingga menjalani perawatan di ruang perawatan intensif (ICU).
Melanjutkan ceritanya, dia menyebut salah satu keluarganya akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit meski tidak merasakan gejala.
Namun, satu lainnya tidak mendapat ruang di rumah sakit karena penuh dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya