Virus Corona

Banyak Pasien Meninggal saat Isolasi Mandiri, Ini Kata Ketua Satgas Covid-19 IDI

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban menilai pelonggaran PSBB belum tepat, Rabu (13/5/2020). Zubairi menyebut alasan mengapa pasien Covid-19 bisa meninggal saat isolasi mandiri.

TRIBUNWOW.COM - Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menyebut satu alasan mengapa pasien Covid-19 ditemukan banyak yang meninggal saat isolasi mandiri.

Hal itu dia sampaikan dalam akun Twitternya @ProfessorZubairi yang telah diikuti oleh 49 ribu pengikut pada Jumat (16/7/2021). 

Dalam akun Twitternya, dia mengaku banyak ditanya wartawan terkait banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal, khususnya saat menjalani isolasi mandiri.

"Jawaban saya clear, karena banyak pasien dengan keluhan berat tidak masuk ke rumah sakit," ujarnya.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Wanita yang Sudah Hamil Tak Boleh Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Dia menjelaskan bahwa tidak semua pasien Covid-19 boleh menjalankan isolasi mandiri. 

Untuk diketahui, isolasi mandiri hanya diperkenankan untuk pasien bergejala ringan dan tanpa gejala. 

Kementerian Kesehatan menetapkan aturan untuk syarat dapat menjalankan isolasi mandiri, yaitu:

Syarat klinis

1. Usia  di bawah 45 tahun

2. Tidak memiliki komorbid

3. Tanpa gejala atau bergejala ringan

Syarat rumah

1. Dapat tinggal di kamar terpisah

2. Ada kamar mandi di dalam rumah

Baca juga: Update Kasus Harian Covid-19 Indonesia, Kembali Menurun tapi Angka Kematian Hampir Tembus 2 Ribu

Baca juga: Fakta Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa dari Keranda di RS, Begini Kronologinya

Zubairi menyebut untuk menentukan pasien tersebut memiliki gejela ringan atau tanpa gejalan harus diteliti betul, salah satunya dengan rontgen dada.

Halaman
12